Musbar, Musbar
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Numerik Link Panjang dengan Penambahan Pelat Sayap Tepi terhadap Peningkatan Kinerja Struktur Rangka Baja Berpengaku Eksentrik Musbar, Musbar; Budiono, Bambang; Setio, Herlien D.; Kusumastuti, Dyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.391 KB) | DOI: 10.5614/jts.2015.22.1.1

Abstract

Abstrak. Mengantisipasi kerusakan bangunan akibat gaya gempa, banyak model konstruksi bangunan yang terus dikembangkan dan diteliti hingga sekarang, salah satunya struktur bangunan rangka baja berpengaku eksentrik yang menggunakan elemen link sebagai bagian elemen struktur yang berfungsi untuk menyerap energi gempa. Kegagalan pada link panjang yang lebih dominan disebabkan oleh momen menyebabkan terjadinya kegagalan yang lebih awal akibat fraktur dan tekuk pada zona di ujung – ujung link terutama pada sayap. Untuk mengatasi kegagalan awal yang lebih cepat, maka dilakukan inovasi dengan menambah pengaku sayap pada tepi link. Penambahan pelat pengaku sayap tepi pada link panjang mempunyai beberapa keuntungan diantaranya; kemudahan dalam pengerjaan dan pengelasan yang minimal sehingga mengurangi pengaruh tegangan sisa akibat proses pengelasan. Penelitian ini mengkaji secara numerik dengan menggunakan perangkat lunak MSC Nastran/Patran terhadap kinerja link panjang untuk beberapa variasi model link yang dianalisis. Parameter yang dianalisis meliputi variasi yaitu: panjang link, penambahan pelat sayap tepi beserta konfigurasi pemodelannya, tebal pelat dan kombinasi dengan pengaku badan vertikal. Hasil analisis pada model modifikasi penambahan pelat pengaku tepi dapat meningkatkan kinerja link panjang dibandingkan dengan model link standar pada variabel : daktilitas, kekuatan, disipasi energi dan kekakuan.Abstract. Conducting research in anticipating earthquake damage at building has been developed continuosly. One of it is Eccentrically Braced Frame (EBF) for steel frame. EBF uses link element to absorb earthquake energy. Failure at long type link dominantly is caused by moment which make early failure because of fracture and buckling at the end of link such as in its flange. To tackle the early failure, stiffener at the end of the link has been added. The advantages of it are making easy of workmanship and minimizing the welding effort which can reduce residual stress because of welding process. This study does numerical study by using MSC Nastran/Patran program to measure the performance of long type link for several analysis types. Several parameters have been analyzed such as the length of the link, the edge addition of flange plate with its modeling configuration, the width of the plate, and the combination with vertical body stiffener. This study found that the addition of stiffener at the end of the link has increased the performance of long type link. Finally, the findings of this study are compared with that of standard link model. The variables that are compared between both of long type link and standard link are ductility, strength, energy dissipation and stiffness.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN STRUKTUR BALOK SEDERHANA BERDASARKAN ANALISIS DATA MODAL DINAMIK Musbar Musbar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i2.490

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengindentifikasikan kerusakan struktur balok dengan menggunakan data modal dinamik ( mode shapes dan frekuensi ) serta membandingkan efektivitas dari metodologi yang diusulkan dengan menerapkannya pada struktur yang sama dan disamping itu, untuk merumuskan metodologi identifikasi kerusakan struktur baru berdasarkan metoda pengujian yang dapat digunakan untuk menaksir kerusakan dari struktur yang ada. Beberapa metode yang diusulkan yaitu; metode berdasarkan perubahan mode shapes dan frekuensi, metode fleksibilitas. Metode-metode yang diusulkan ini mengindentifikasi kerusakan struktur balok berdasarkan beberapa skenario sebagai berikut : kerusakan tunggal ( single ) , ganda ( double ) dan kerusakan banyak ( multiple ) . Simulasi kerusakan awal pada struktur balok adalah dengan memberikan retak dan pengurangan kekakuan pada beberapa elemen balok. Balok dimodelkan sebagai balok Hermitian dengan jumlah diskritisasi sebanyak 15 elemen. Balok yang digunakan mempunyai propertis penampang dan berat jenis yang berbeda. Dua jenis kondisi perletakan digunakan untuk pemodelan yaitu sebagai berikut : balok ( a ) dengan tumpuan sederhana dan balok ( b ) dengan tumpuan jepit -jepit. Metode elemen hingga digunakan untuk menganalisis balok dan untuk menghitung nilai mode shapes dan frekuensi. Metode-metode yang diusulkan seperti perubahan mode shapes dan frekuensi, fleksibilitas mampu mengindentifikasikan lokasi kerusakan dengan baik pada struktur balok sampai dua lokasi kerusakan untuk balok ( a ) dan hanya satu lokasi kerusakan untuk balok ( b ) .Kata kunci : Identifikasi kerusakan, mode shapes, frekuensi, taraf kerusakan
PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON AGROPOLYMER Musbar Musbar; Faisal Rizal; Herri Mahyar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i2.486

Abstract

Constribution of production PC every year at glasshouse emission continue to experience of increase, estimated about 7% from totalizing the glasshouse emission transmitted to atsmosphere earth. On that account, is very needed the new inventions of concrete technology to produce the friendly environment. Some alternatives among its by making the concrete polymer which materials base natural, be like fly ash and rice husk ash ( RHA ) . this research use the RHA upon which mixture to make the concrete agropolymer. Concrete agropolymer use fixative of silicate sodium condensation mixture, hydroxide sodium and RHA. Variable remain to this research is strength the concrete agropolymer. Free variable consist of the ratio variation water and agropolymer solid that is 0,6 and 0,7, treatment time during 3,7, 14 and 21 day. Temperature treatment of object test at room temperature, each;every variation made by the object test the cube with side of 10 cm counted 5. This research can give the alternative to invention of friendly concrete of environment by exploiting the waste materials natural agricultural produce, but not yet application can at building construction because of strength depress the concrete still lower. Strength depress the obtained by concrete range from 4 - 5 Mpa at the age of concrete of 21 day. It’s needed to do the further research to get the ideal composition of materials concrete agropolimer this so that can be obtained the strength depress the application concrete able to building construction.Keyword : RHA, agropolymer, concrete strength
IDENTIFIKASI KERUSAKAN STRUKTUR BALOK SEDERHANA BERDASARKAN ANALISIS DATA MODAL DINAMIK Musbar Musbar
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i1.454

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengindentifikasikan kerusakan struktur balok dengan menggunakan data modal dinamik (mode shapes dan frekuensi) serta membandingkan efektivitas dari metodologi yang diusulkan dengan menerapkannya pada struktur yang sama dan disamping itu, untuk merumuskan metodologi identifikasi kerusakan struktur baru berdasarkan metoda pengujian yang dapat digunakan untuk menaksir kerusakan dari struktur yang ada. Beberapa metode yang diusulkan yaitu; metode berdasarkan perubahan mode shapes dan frekuensi, metode fleksibilitas. Metode-metode yang diusulkan ini mengindentifikasi kerusakan struktur balok berdasarkan beberapa skenario sebagai berikut : kerusakan tunggal (single), ganda (double) dan kerusakan banyak (multiple). Simulasi kerusakan awal pada struktur balok adalah dengan memberikan retak dan pengurangan kekakuan pada beberapa elemen balok. Balok dimodelkan sebagai balok Hermitian dengan jumlah diskritisasi sebanyak 15 elemen. Balok yang digunakan mempunyai propertis penampang dan berat jenis yang berbeda. Dua jenis kondisi perletakan digunakan untuk pemodelan yaitu sebagai berikut : balok (a) dengan tumpuan sederhana dan balok (b) dengan tumpuan jepit-jepit. Metode elemen hingga digunakan untuk menganalisis balok dan untuk menghitung nilai mode shapes dan frekuensi. Metode-metode yang diusulkan seperti perubahan mode shapes dan frekuensi, fleksibilitas mampu mengindentifikasikan lokasi kerusakan dengan baik pada struktur balok sampai dua lokasi kerusakan untuk balok (a) dan hanya satu lokasi kerusakan untuk balok (b). Kata kunci : Identifikasi kerusakan, mode shapes, frekuensi, taraf kerusakan