Komunikasi adalah suatu transaksi atau proses simbolik yang menghendaki manusia untuk mengatur lingkungannya dengan cara membangun hubungan antar sesama melalui pertukaran informasi. Komunikasi perawat dan pasien cenderung pendek pada penampilan tugas perawat dari pada eksplorasi keyakinan pasien, perawat berbicara lebih dari dua kali bicara pasien dan kurang memfokuskan kondisi pasien. Komunikasi seperti itu membatasi kesempatan pasien untuk memperluas percakapan atau menyatakan permasalahan pasien sendiri. Kalau komunikasi tidak digunakan sebagaimana mestinya maka perawatan pada pasien belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Komunikasi Terapeutik Oleh Perawat Dalam Mengontrol Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.M.Ildrem Medan Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling yang berjumlah 53 responden. Instrumen pengambilan data dengan menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik yang digunakan oleh peneliti sebelumnya yang berjumlah 24 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa penerapan komunikasi yang baik sebanyak 44 orang (83%), penerapan komunikasi terapeutik cukup sebanyak 9 orang (17%). Hasil ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penelitian diatas dengan jumlah responden 53 orang didapatkan hasil mayoritas responden dengan penerapan komunikasi terapeutik baik sebanyak 44 responden (83%) dan penerapan komunikasi terapeutik cukup sebanyak 9 orang (17%). Diharapkan perawat dapat meningkatkan penerapan komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien halusinasi, agar komunikasi terapeutik tersebut menjadi 100% baik, untuk membantu proses penyembuhan pasien halusinasi.