Ahmad Khodi Inzaghi
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MONARBU: Sistem Monitoring Partikel Debu, Studi Kasus di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia Hendra Setiawan; Ahmad Khodi Inzaghi; Akram Faisaldinatha; Ichtiar Agung Adhavian
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 06, Issue 01, January 2022
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol6.iss1.art3

Abstract

Area kampus Universitas Islam Indonesia merupakan tempat yang mempunyai tingkat mobilitas yang cukup tinggi pada saat masa perkuliahan, khususnya pada hari kerja. Debu yang berterbangan dan terbawa angin akan bercampur dengan udara yang dihirup oleh manusia, sehingga apabila jumlah debu yang terhirup cukup banyak maka akan berpotensi terjadinya keluhan di paru-paru. Mitigasi perlu dilakukan kedepannya terhadap kualitas udara yang semakin buruk, maka dari itu diperlukan data untuk kualitas udara yang dipengaruhi oleh partikel debu yang dapat membuat area kampus menjadi lebih baik. Dari data tersebut dapat dijadikan sebuah pertimbangan untuk pembuat kebijakan di area kampus Universitas Islam Indonesia. Sebagai langkah awal dalam prototyping sistem monitoring partikel debu di area kampus Universitas Islam Indonesia, hadirlah MONARBU yang merupakan alat monitoring partikel debu berbasis Internet of Things (IoT). Diharapkan dari adanya MONARBU ini dapat bermanfaat bagi pembuat kebijakan di Universitas Islam Indonesia. Sistem komunikasi menggunakan ESP8266 dengan interface menggunakan Android Studio. Informasi yang disediakan di sistem ini adalah nilai densitas debu PM10. Pengiriman data secara real time ke Thingspeak dan Firebase. Pengiriman data ke Firebase dilakukan setiap ±15 detik sekali dan pengiriman ke Thingspeak dilakukan setiap ±1 menit sekali. Pengujian di lapangan diperoleh nilai kesalahan pembacaan sebesar 18,6%. Sedangkan perkiraan harga jual produksi sistem ini sekitar dua juta rupiah.