Silvia Nurhayati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dea; ANALISIS KARAKTERISTIK WAKAMONO KOTOBA DALAM ANIME HAIKYUU!! KARYA HARUICHI FURUDATE Dea Farauzhulli; Rina Supriatnaningsih; Silvia Nurhayati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v5i2.19497

Abstract

Abstract Wakomono kotoba is a language which was born from breaking Japanese grammatical standard rules. This type of language is used by young people in Japan in daily conversation. The usage is not limited in the‘real world’ but also in artwork, like anime. Anime which was used in this research as a source is anime Haikyuu!!. This anime is chosen because the characters are high school students who are using wakamono kotoba in daily conversation. This research aimed to find meaning, word derivation, and the characteristicsof wakamono kotoba found in the anime. This research used descriptive qualitative method, describing meaning, word derivation, and wakamono kotoba characteristics. The data source was anime Haikyuu!! Season 1 which has 25 episodes. The type of data in this research werewords or sentences belonged to wakamono kotoba. The data technique was content analysis technique. The technique of data analysis in this research was to find meaning and word derivation, and then classify it based on deviations either in Japanese word class or in new expressions form. Afterwards, analyzing each characteristics of those wakamono kotoba. Based on the research which has been conducted, it can be concluded that there were 57 wakamono kotoba in anime Haikyuu!! including 5 verbs, 14 adjectives, 10 nouns, 8 adverbs, 8 exclamation words, and 12 new expressions (phrase or bokashi kotoba). From all wakamono kotoba, there were wakamono kotoba which had the same or different meaning from the derived words. The characteristics of wakamono kotoba which were happened as seen from deviation ofword class or new form of expression were: a) syllable ~ru addition in verb; b) syllable ~sa addition in noun; c) syllable ~kusai addition in adjective; d) Japanese alphabets usage followed by initial word of absorbed word; e) New word is formed; f) sound changing; g) sentence or phrase shortening into new word; h) semantics changing and shifting; i) usage function changing and shifting; j) word formation reverse on followed byshortened word; k) loan word form usage even though there was Japanese standar language; l) loan word usage mixed with Japanese; m) usage of reading way from meaningful numbers; n) dialect usage; o) new expression (including phrase or bokashi kotoba). ABSTRAK Wakomono kotoba adalah bahasa yang lahir dari penyimpangan aturan penggunaan bahasa baku pada bahasa Jepang. Ragam bahasa ini digunakan oleh anak-anak muda di Jepang dalam percakapan sehari-hari. Penggunaannya pun tidak terbatas pada dunia nyata tapi juga dituangkan dalam karya seni, contohnya anime. Pada penelitian ini anime yang dijadikan sumber penelitian yaitu animeHaikyuu!!. Anime ini dipilih karena karakter-karakter yang berperan di dalamnya adalah anak-anak SMA yang menggunakan wakamono kotoba dalam percakapan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, kata asal, dan karakteristik wakamono kotoba yang ditemukan dalam anime tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu menjelaskan makna, kata asal, dan karakteristik wakamono kotoba. Sumber data yang digunakan adalah animeHaikyuu season 1 yang berdurasi 25 episode. Wujud data dalam penelitian ini yaitu kata maupun ungkapan yang termasuk wakamono kotoba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah mencari makna dan kata asalnya, kemudian mengaklasifikasikannya berdasarkan penyimpangan-penyimpangan pada kelas kata bahasa Jepang maupun bentuk ungkapan baru. Selanjutnya menganalisis karakteristik masing-masing wakamono kotoba tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa wakamono kotoba dalam anime Haikyuu berjumlah 57 meliputi 5 kata kerja, 14 kata sifat, 10 kata benda, 8 kata keterangan, 8 kata seru, dan 12 ungkapan baru (frase baru maupun bokashi kotoba). Dari keselurahan wakamono kotoba yang ada, terdapat wakamono kotoba yang memiliki makna yang sama maupun makna yang berbeda dengan kata asalnya. Karakteristik wakamono kotoba yang terjadi dilihat dari penyimpangan pada kelas kata maupun bentuk ungkapan baru dalam bahasa Jepang adalah: a) penambahan silabel ~ru pada kata kerja; b) penambahan silabel ~sa pada kata benda; c) penambahan silabel ~kusai pada kata sifat; d) penggabungan huruf Jepang yang disertai inisial dari kata serapan; e) muncul kata baru; f) perubahan bunyi; g) penyingkatan kalimat maupun frase menjadi kata baru; h) perubahan dan pergeseran makna; i) perubahan dan pergeseran fungsi penggunaan; j) pembalikkan unsur-unsur kata yang disertai dengan peyingkatan kata; k) penggunaan bentuk kata serapan meski terdapat hyojungonya; l) penggunaan kata serapan yang digabungkan bahasa Jepang; m) penggunaan cara baca dari angka yang bermakna; n) penggunaan dialek; o) ungkapan baru (termasuk frase baru maupun bokashi kotoba).
Neny; ANALISIS VERBA DERU SEBAGAI POLISEMI DALAM NOVEL BOTCHAN Neny Handayani; Silvia Nurhayati; Dyah Prasetiani
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v5i2.19498

Abstract

ABSTRAK Polisemi (多義語) adalah kata yang mempunyai makna lebih dari satu dan setiap makna tersebut satu sama lainnya memiliki keterkaitan yang dapat dideskripsikan. Bahasa Jepang mempunyai kata yang berpolisemi. Misalnya verba deru yang memiliki makna dasar keluar. Karena verba deru ini merupakan verba polisemi maka verba deru tidak bermakna keluar saja, tetapi akan mengalami perluasan makna. Perluasan makna ini sering menimbulkan kesulitan bagi pembelajar bahasa Jepang dalam mengartikan dan memahami kalimat berverba polisemi. Hal tersebut akan menghambat proses pembelajaran bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada kalimat berverba deru berserta hubungan antar makna dasar dan makna perluasan verba deru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Data yang dijadikan objek penelitian adalah kalimat berverba deru dalam novel Botchan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutan. Untuk menganalisis data, yang pertama dilakukan adalah menentukan objek yang akan diteliti dari sumber data. Setelah itu mencari dan mengumpulkan kalimat berverba deru serta menentukan makna dasar dan makna perluasannya. Terakhir, mendeskripsikan hubungan antar makna dasar dan perluasan yang dimiliki verba deru dengan majas yang mempengaruhi perluasan makna. Berdasarkan data yang diperoleh dari sumber data yang digunakan dapat disimpulkan bahwa terdapat kemunculan verba deru 22 kalimat. Makna dasar (keluar) terdapat 5 kalimat dan 9 makna perluasan verba deru. Makna perluasan verba deru yaitu bergabung muncul satu kali, berangkat satu kali, pergi 6 kali, muncul 2 kali, terjadi satu kali, timbul satu kali, tiba/sampai 3 kali, hadir satu kali, dan kambuh satu kali. Perluasan makna yang terjadi pada verba deru dipengaruhi oleh majas metafora. ABSTRACT Polysemic 「多義語」is a word that has more than one meaning and each of these meanings are relate to each other and can be described. In Japanese language there are many words that have more than one meaning. As example is verb deru (out), verb deru in another sense has been undergone and got extension meaning. Japanese language leaner usually found out that there was hard to interpret and understand about polysemic’s sentences. This situation hamper the process of Japanese language learning. This study was conducted to describe the meaning which include in verb deru and also the relation between the basic meaning and the expansion meaning of verb deru. in this research, bibliography method and note method was being used. The object of this research is sentences that in Botchan’s novel which has polysemic verbs. The analytical method that has been used in this research is a determining method which is used as a basic technique and as a equivalent relate technique. To analyze, the first thing to do is to decide the object which will be investigated from the data resource. Then, search and collect the sentences that has verb deru and decide the basic meaning, after that figure out the expansion meaning of verb deru. Finally, describe the relation between basic meaning and expansion meaning which has verb deru as a figure of speech that leverage the expansion meaning. Based from the data which has been got from data resource, the conclusion is resource come out 22 sentences. The basic meaning of deru is out 5 sentences, and as the expansion meaning has 9 meanings, there are join 1 sentence , go 1 sentence , leave 6 sentences, appear 2 sentences, happen 1 sentence, arise 1 sentence, arrive 3 sentences, attend 1 sentence, relapse 1 sentence. The expansion meaning is leveraged by metaphorical figure of speech.
Difficulty Analysis Graduates Of Japanese Language Education Products That Progress as a Translator and Interpreter Rejeki Dyah Ayu Suci; Silvia Nurhayati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 2 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v7i2.33950

Abstract

There are many problems in translation. This study aims to find out what are the difficulties and factors that cause difficulties experienced by alumni of Japanese Language Education program UNNES from the class of 2005 to 2014 who have professions as translators, both interpreters and translators. The data collection method used in this study is the questionnaire method. The questionnaire used was in the form of a closed questionnaire and 1 item was an open questionnaire. Based on the results of this study, it can be concluded that most alumni have difficulties when translating. The difficulties that most translators experience are knowledge in specific fields, types of texts, methods and techniques of translation, understanding inter-paragraph relationships and mastery of vocabulary. Then, the causal factors such as lack of motivation, confidence, provision of knowledge about translation, finding out your own theory without knowing its validity, lack of interaction with native speakers, and lack of language skills.