Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pioneer and Reporter (2P) Training for the East Bintan District Children's Forum in Implementing Law Number 35 of 2014 Article 4 Adiya Pepriyana; Novita Anggrainy; Suryaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i10.6342

Abstract

This research aims to determine the aims and objectives of training for pioneers and reporters to the Children's Forum in the Implementation of Law Number 35 of 2014 Article 4 carried out by the Department of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning, Bintan Regency. The method used in this research is qualitative with a descriptive presentation. The data sources used in this research are primary and secondary. Primary data sources were obtained from observations, documentation, and interviews conducted during training activities. This training was attended by Children's Forums from 4 sub-districts with 10 children each, and in this training, children were taught to have the courage to speak to the public, convey children's rights, explain cases of early marriage and bullying in their respective sub-districts and finally create a social mapping of their sub-district area.
Proses Pembentukan Konfrimtas Dalam Pendampingan Anak yang Berhadapan Dengan Hukum di Kota Tanjungpinang Venny Herdany; Siti Aieta; Suryaningsih Suryaningsih
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i2.1230

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Anak yang mendapat hukuman penjara dan telah mendapatkan bebas bersyarat akan dikembalikan ke orang tua dan kembali lagi ke masyarakat. Sehingga kembalinya anak berhadapan dengan hukum mengalami penyesuaian terhadap lingkungan dan teman sebaya.   Tujuan:  Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembentukan konformitas dalam pendampingan anak berhadapan dengan hukum di Kota Tanjungpinang. Metode:  Metode dalam  penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif . Pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian proses ketaatan anak terbiasa melakukan sholat 5 waktu karena saat berada di penjara jika tidak melaksanakan sholat akan mendapatkan saksi melalui tekanan tersebut anak menjadi taat. Anak juga melakukan kesepakatan dengan cara metaati aturan batasan keluar malam. Melalui proses memilih untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti kegiatan sosial dan memilih untuk bekerja. Bentuk kekompakan yang dilakukan anak berhadapan dengan hukum (ABH) setelah kembali ke masyarakat dengan cara membantu anggota keluarga dalam mengajar, yang mana lama-kelamaan masyarakat sekitar percaya bahwa anak berhadapan dengan hukum (ABH) dapat memberikan perubahan baru, masyarakat sekitar mulai meminta kepada ABH untuk mengajarkan anak-anaknya juga. Informasional yang dilakukan oleh pendamping kemasyakaratan (PK) dalam memberikan Informasi kepada masyarakat bahwa penanaman nilai-nilai sangat perlu di pertegas untuk meminimalisirkan tindak kriminal yang dilakukan. Kesimpulan: Melalui proses memilih untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti kegiatan sosial dan memilih untuk bekerja. Bentuk kekompakan yang dilakukan anak berhadapan dengan hukum (ABH) setelah kembali ke masyarakat dengan cara membantu anggota keluarga dalam mengajar, yang mana lama-kelamaan masyarakat sekitar percaya bahwa anak berhadapan dengan hukum (ABH) dapat memberikan perubahan baru, masyarakat sekitar mulai meminta kepada ABH untuk mengajarkan anak-anaknya juga. Informasional yang dilakukan oleh pendamping kemasyakaratan (PK) dalam memberikan Informasi kepada masyarakat bahwa penanaman nilai-nilai sangat perlu di pertegas untuk meminimalisirkan tindak kriminal yang dilakukan
Pelatihan Digital Marketing Dalam Rangka Penguatan Kapasitas UMKM Desa Ekang Anculai Annissa Valentina; Suryaningsih Suryaningsih; Wahjoe Pangestoeti; Glory Yolanda Yahya; Dinda Rolisti
Khidmat: Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v1i1.6972

Abstract

Pelatihan Digital Marketing bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Ekang Anculai merupakan desa wisata yang memiliki berbagai potensi UMKM, namun menghadapi tantangan dalam akses pasar dan pengetahuan tentang pemasaran modern. Untuk mengatasi hal ini, diadakan pelatihan digital marketing yang melibatkan pelaku UMKM, Dasawisma, aparatur desa, dan masyarakat setempat. Pelatihan ini terdiri dari dua sesi utama: ceramah dan diskusi mengenai pentingnya pemasaran digital serta praktek langsung pembuatan produk dan penguploadan foto produk di platform pemasaran digital seperti Shopee dan Facebook Marketplace. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai strategi pemasaran digital dan pemanfaatan platform digital untuk memasarkan produk UMKM mereka. Peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur aplikasi Shopee, dari pembuatan toko hingga penggunaan fitur live untuk penjualan. UMKM di Desa Ekang Anculai memperoleh berbagai manfaat dari digital marketing, seperti mencapai pasar yang lebih luas, meningkatkan visibilitas online, membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, mengoptimalkan penggunaan anggaran pemasaran, dan meningkatkan penjualan serta profitabilitas. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan UMKM dan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas UMKM Desa Ekang Anculai dalam memanfaatkan digital marketing.
RELASI SOSIAL OWNER GEROBAK DENGAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA TANJUNGPINANG Putri Prima tiara; Suryaningsih Suryaningsih; Sri Wahyuni
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.2089

Abstract

Modal sosial merupakan suatu nilai yang membuat individu dapat bekerjasama untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Seperti pada penelitian iniyang dimana pedagang kaki lima dengan owner gerobak memiliki interaksi yang melibatkan modal sosial, namun ada beberapa pedagang dan owner gerobak yang tidak melibatkan modal sosial dalam hubungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan yang terjalin antara owner gerobak dengan pedagang kaki lima. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data berupa obsevasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial dari Coleman yang berfokus pada modal sosial yang terjalin antara owner gerobak dengan pedagang kaki lima yang melibatkan 3 aspek atau nilai dari  modal sosial yang di kemukakan oleh Coleman, yaitu, nilai kepercayaan, nilai norma dan jaringan sosial. Karena owner gerobak dengan pedagang kaki lima harus bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama seperti yang dikemukakan oleh Coleman.Namun hasil dilapangan menunjukkan bahwa terdapat niali kepercayaan yang dimana dalam hal ini, owner gerobak dengan pedagang kaki lima harus membangun kepercayaan satu sama lain, salah satu cara dari hasil penelitian ini yaitu salah satyu owner memberikan waktu tes kerja selama tiga hari, jika dalam waktu tiga hari ini kerja pedagang disipin maka akan diterima kerja.
PEKERJA MIGRAN INDONESIA NON PROSEDURAL ASAL PULAU KUNDUR KEPULAUAN RIAU Nur Aini; Suryaningsih
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5659

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena migrasi TKI ilegal asal Pulau Kundur ke Malaysia melalui jalur ilegal, atau tanpa jalur resmi yang ditetapkan pemerintah. Fenomena ini telah berlangsung cukup lama akibat berbagai faktor, termasuk faktor sosial, ekonomi, dan geografis, yang melibatkan individu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi TKI, keluarga mereka, dan data pendukung lainnya. Dalam penelitian ini, teknik snowball sampling digunakan untuk mengidentifikasi informan dengan tujuan tertentu dan sesuai dengan kriteria penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pertukaran Sosial George C. Homans, yang membahas individu yang terlibat dalam interaksi sosial berdasarkan pertukaran yang saling menguntungkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk bermigrasi secara ilegal dipengaruhi oleh faktor pendorong seperti kendala ekonomi, pendapatan yang tidak menentu, tingkat pendidikan yang rendah, dan terbatasnya kesempatan kerja di daerah asal mereka. Lebih lanjut, faktor-faktor penarik, seperti letak geografis antarwilayah, kemudahan akses, ketersediaan lapangan kerja bergaji tinggi, dan tingginya permintaan tenaga kerja di sektor informal di Malaysia, merupakan pendorong utama migrasi komunitas.
Edukasi Wisata Pokdarwis dalam Pengelolaan Tur Mangrove dan Penanaman Mangrove Rika Sari Suciati; Ranggela Ranggela; Nadia Dwi Oktari; Suryaningsih Suryaningsih
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/c50gfd83

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan magang sosial mahasiswa UMRAH di Kelompok Sadar Wisata Pengudang sebagai ruang pembelajaran lapangan dalam memahami praktik edukasi ekowisata mangrove dan dinamika pemberdayaan masyarakat pesisir. Kegiatan magang diperlukan untuk menjembatani pembelajaran teoritis di bangku kuliah dengan praktik nyata pengelolaan wisata berbasis konservasi lingkungan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan yang diusulkan berupa keterlibatan langsung mahasiswa dalam pengelolaan tur mangrove, penyampaian edukasi lingkungan kepada wisatawan, serta partisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove selama satu bulan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap proses edukasi ekowisata, peran kepemimpinan lokal, serta mekanisme partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pengurus kelompok, dan dokumentasi kegiatan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas Pokdarwis mampu memperkaya proses edukasi wisata, sekaligus memperkuat kesadaran ekologis mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa magang sosial di Kelompok Sadar Wisata Pengudang menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif dalam memahami dan mendukung pengelolaan ekowisata mangrove berkelanjutan.
MODAL SOSIAL DALAM BERTAHAN HIDUP PEKERJA MIGRAN NON PROSEDURAL ASAL KELURAHAN DABO LAMA, KECAMATAN SINGKEP, KABUPATEN LINGGA DI MALAYSIA Vera Agustina; Suryaningsih; Casiavera
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18344

Abstract

Undocumented migrant workers are highly vulnerable to various risks due to their limited access to legal protection and social security in the host country. Under such circumstances, social capital serves as a crucial resource that enables them to sustain their livelihoods. This study aims to describe the role of social capital in the survival strategies of undocumented migrant workers originating from Dabo Lama Village, Singkep District, Lingga Regency, Indonesia, who are employed in Malaysia. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving purposively selected informants. The analysis was guided by Robert D. Putnam's theory of social capital, which emphasizes three key dimensions: trust, social networks, and norms. The findings reveal that social capital constitutes the primary resource that enables undocumented migrant workers to cope with the challenges arising from their irregular status. Trust established through relationships with family members, relatives, neighbors, friends, and fellow migrant workers facilitates access to employment opportunities, information, and assistance during difficult situations. Social networks function as important channels for obtaining jobs, accommodation, informal protection, and economic support while living in Malaysia. Meanwhile, shared norms of mutual trust, reciprocity, solidarity, and mutual assistance strengthen social cohesion and maintain sustainable social relationships among migrant workers. These three dimensions of social capital interact to form an adaptive mechanism that enables undocumented migrant workers to survive despite limited formal protection and the high risks associated with working in Malaysia.
Relasi Sosial Pemilik Usaha Dan Pekerja Keramba Ikan Di Pesisir Bintan (Studi Pada Desa mantang Besar kecamatan mantang kabupaten Bintan) Sakila Sakila; Suryaningsih; Annissa Valentina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18345

Abstract

Social relations between business owners and fish cage workers constitute an important aspect of sustaining aquaculture activities, particularly in coastal communities where employment relationships are strongly characterized by trust and mutual dependence. This study aims to describe the social relations between fish cage business owners and workers in Mantang Besar Village, Mantang District, Bintan Regency. The study employed a descriptive qualitative approach and was conducted in Mantang Besar Village. Informants were selected using a purposive sampling technique, involving two key informants who were chosen based on their direct involvement and comprehensive understanding of fish cage aquaculture activities. Data were collected through in-depth interviews and documentation and were analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the social relationship between business owners and fish cage workers is established through continuous interactions and is predominantly characterized by cooperation based on mutual dependence. Business owners serve as providers of capital, production facilities, and decision-making authority, whereas workers contribute labor and technical skills in fish farming activities. Despite this reciprocal relationship, workers remain economically dependent on business owners due to unequal control over resources. Conflicts occur infrequently and are generally resolved through communication and deliberation. From Georg Simmel's perspective on social relations, the relationship between business owners and fish cage workers is dynamic, reflecting cooperation, domination, dependency, solidarity, and continuous adaptation to changing economic and social conditions within coastal communities.