Agustinus Kastanya
Prodi Manajement Hutan, Pasca Universitas Pattimura, Ambon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS LAHAN KRITIS PADA KPHL UNIT XIV KOTA AMBON Zusana Sahupala; Gun Mardiatmoko; Agustinus Kastanya
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 2 No 2 (2018): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.146 KB)

Abstract

Perambahan hutan terjadi di mana-mana ketika masih banyak pihak yang belum memahami nilai dari berbagai manfaat sumber daya hutan sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi sumber daya hutan secara berlebih sehingga terjadi degradasi dan deforestasi yang berdampak luas pada sistem tata air, berbagai daerah aliran sungai seperti meningkatnya pengikisan tanah yang mengakibatkan lahan-lahan yang tidak produktif/kritis, meningkatnya erosi dan sedimentasi, menurunnya keanekaragaman hayati, rusaknya berbagai habitat baik flora maupun fauna, serta terancamnya ekosistem hutan secara keseluruhan. Lahan kritis merupakan tanah yang mengalami atau dalam proses kerusakan kimia, fisik, dan biologi yang dapat mengganggu atau kehilangan fungsinya di dalam lingkungan. Kondisi ini dapat merusak tata air dan lingkungan sekitarnya. Dampak dari lahan kritis adalah penurunan tingkat kesuburan tanah, berkurangnya ketersediaan sumber air pada musim kemarau serta banjir pada musim hujan. Analisa terhadap karakteristik lahan kritis pada KPHL Unit XIV Kota Ambon sangat diperlukan sebagai acuan untuk melindungi vegetasi hutan yang ada di dalam areal hutan tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi lahan kritis pada KPHL Unit XIV Kota Ambon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada Blok Inti memiliki lahan kritis seluas 1.221,15 ha atau 70,74 % dari luas Blok Inti dan lahan sangat kritis seluas 111,47 ha atau 1,48 % dari luas Blok Inti. Sementara pada Blok Pemanfaatan memiliki lahan kritis seluas 51,37 ha atau 3,91 % dari luas Blok Pemanfaatan