ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self-concept. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjeknya adalah siswa kelas IX D di SMP Negeri 1 Bantarkalong. Pengumpulan data meliputi angket, tes tertulis dan wawancara. Data dianalisis berdasarkan indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu: (1) menghubungkan dan mengekspresikan ide-ide matematika melalui tulisan dan bentuk visual lainnya; (2) memahami dan menjelaskan ide, dan relasi matematika dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk tulisan, maupun bentuk visual lainnya; (3) menggunakan istilah-istilah simbol matematika dalam kehidupan sehari-hari; dan (4) membuat pertanyaan,menyusun argument, merumuskan definisi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang memiliki self-concept tinggi mampu mengkomunikasikan hasil pekerjaannya dan memahami soal dengan baik. Terlihat dari siswa dengan self-concept tinggi mampu mengekspresikan soal kedalam bentuk visual, mampu menyampaikan argument dan memberikan kesimpulan; (2) siswa dengan self-concept sedang kurang mampu mengkomunikasikan hasil pekerjaannya dengan sistematis dan kurang dalam memahami soal. Terlihat dari siswa dengan self-concept sedang mampu menghubungkan ide matematika melalui tulisan ataupun bentuk visualnya, tapi belum mampu merelasikan matematika dengan kehidupan sehari-hari; (3) siswa degan self-concept rendah belum mampu mengkomunikasikan hasil pekerjaannya dengan sistematis, siswa belum mampu memahami relasi matematika dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci : Kemampuan Komunikasi Matematis, Self-concept