Among the non-communicable diseases, diabetes mellitus is one of the most significant contributors to mortality. This condition is a silent killer because its signs are hard to identify, and its prevention efforts are strenuous. Diabetes mellitus cases in Indonesia are not without attention, especially in the East Java province, which is in the top five of the region with the highest incidence of diabetes mellitus in Indonesia. This study aims to raise awareness among the government and the public about preventing and controlling diabetes. The research method used is quantitative. The data used in this study are secondary data obtained from the East Java Basic Health (Riskesdas) Research in 2018. Based on the results of the study found that the consumption of fatty foods, the population that has never checked blood sugar levels, the nutritional status based on the body mass index (BMI) category with the characteristics of obesity, as well as the population who has never consumed fruit and vegetables were the most influential factors in the increase in the prevalence of diabetes mellitus in East Java in 2018 with an adjusted R-squared value of 79%. Keywords: Diabetes Melitus, East Java, 2018, Stepwise Linear Regression, Robust Linear Regression Abstrak Di antara penyakit tidak menular, diabetes melitus menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar. Penyakit ini juga disebut silent killer karena tanda-tandanya sulit diketahui dan upaya pencegahannya sulit untuk dilakukan. Kasus penyakit diabetes melitus di Indonesia pun tidak luput dari perhatian, khususnya di Provinsi Jawa Timur yang berada pada posisi lima besar dari keseluruhan provinsi dengan penyandang penyakit diabetes melitus tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah sebagai penambah wawasan baik kepada pemerintah maupun masyarakat mengenai seberapa penting upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif. Data yang digunakan pada kajian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Jawa Timur pada 2018. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa konsumsi makanan berlemak, masyarakat yang tidak pernah memeriksa kadar gula darah, status gizi berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karakteristik obesitas, serta masyarakat yang tidak pernah mengkonsumsi buah dan sayur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus di Jawa Timur pada tahun 2018 dengan nilai adjusted R-squared sebesar 79%. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Jawa Timur, 2018, Stepwise Linear Regression, Robust Linear Regression