Junaedi I
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kemampuan Literasi Matematika Pada Pembelajaran Problem Based Learning Kelas X SMK Munir M; M Asikin; I Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika pada pembelajaran Problem Based Learning kelas X SMK. Metode yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) 1 SMK Swadaya Semarang yang berjumlah 34 siswa tahun pelajaran 2019/2020. Data dianalisis secara deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui metode tes dan non tes. Metode tes berupa soal kemampuan literasi matematika, sedangkan metode non tes berupa wawancara kepada siswa. Hasil penelitian ditemukan komponen kemampuan literasi matematika untuk komponen matematisasi 86,27%, representasi 88,24%, merencanakan strategi 80,39%, menggunakan alat matematika 28,43%, dan komunikasi 14,71%.
Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik SMK Kelas X dalam Menghadapi Permasalahan Kontekstual Harsasi M; Sukestiyarno Y L; Junaedi I
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X dalam menghadapi soal kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari 70 siswa kelas X SMK Negeri 1 Tengaran yang terdiri dari 36 siswa jurusan Jasa Boga dan 34 siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Data diperoleh dari hasil kerja siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada materi sistem persamaan linier. Hasil kerja siswa tersebut dinilai dengan indikator kemampuan komunikasi matematis menurut NCTM kemudian dikelompokkan dalam 6 kategori yang merujuk pada Qualitative Analytic Scoring Procedure Procedure. Jika ditemukan data yang unik, dilakukan wawancara tidak terstruktur untuk menggali lebih dalam mengapa data tersebut berbeda/ menyimpang dari hasil pada umumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa menunjukkan secara keseluruhan hanya 62,3% yang memberi respon terhadap permasalahan yang disajikan dengan rincian berada dalam kategori benar dan lengkap (7,7%), hampir (18,9%), sebagian (15,7%), kabur (3,1%), procedural (3,7%), dan tidak cukup informasi (13,1%).
Peran Tutor Feedback Berbantuan Komik Melalui Contextual Teaching And Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mochamad Guntur; Kartono Kartono; Junaedi I
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Kemampuan ini dapat dijadikan salah satu faktor unggul untuk menjadikan siswa yang berkualitas dalam menghadapi pendidikan di era saat ini. Namun faktanya kemampuan berpikir siswa masih jauh dari harapan yang diinginkan, hal ini dinyatakan oleh TIMMS bahwa kemampuan berpikir anak Indonesia masih tergolong rendah, selain itu ditunjukan PISA dalam OECD menunjukan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia ada pada peringkat 63 dari 69 Negara. Oleh karena itu, kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu dikembangkan saat ini dan dimasa yang akan datang. Salah satu peran untuk mengembangkan kemampuan ini yaitu dengan tutor feedback berbantuan komik melalui contextual teaching and learning dalam pembelajaran matematika, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa. Tutor feedback salah satu assesment yang dapat digunakan untuk meluruskan atau membenarkan siswa yang menjawab salah atau belum benar, sedangkan komik salah satu bahan ajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga model yang dapat diterapkan yaitu contextual teaching and learning. Jadi berdasarkan urian konseptual di atas diharapkan peran tutor feedback berbantuan komik ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa.