Aliffiati *
Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAYUAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI AGA Hironimus Sudin; Aliffiati *; I Nyoman Suarsana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v6i2.4896

Abstract

Desa Pedawa merupakan salah satu desa Bali Aga yang terdapat di kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang memiliki seperangkat kearifan lokal mengenai kayuan atau sumber mata air yang bersifat sakral dan masih dilestarikan hingga sekarang oleh masyarakat. Kayuan merupakan sumber air atau mata air yang disakralkan berhubungan erat upacara adat dan keagamaan. Kayuan atau sumber air berfungsi sebagai sarana untuk pemuput upacara adat desa di Pedawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikian kayuan sebagai kearifan lokal, serta untuk mengetahui fungsi dan makna kayuan di Desa Pedawa. Penelitian ini menggunakan teori dari Robert K. Merton tentang fungsi manifest dan fungsi laten dan teori interpretatif Clifford Geertz untuk mengetahui makna simbol dari kayuan. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kayuan sebagai kearifan lokal sangat berperan penting dalan kehidupan manusia baik kebutuhan domestik maupun upacara adat dan keagamaan. Kayuan merupakan unsur terpenting yang sangat sakral sebagai sarana pemuput upacara adat dan keagamaan masyarakat desa Pedawa. Kayuan sebagai kearifan lokal terdapat fungsi manifest dan fungsi laten. Fungsi manifest dari kayuan atau sumber air merupakan unsur yang penting dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan sebagai sarana upacara, hal ini tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Pedawa. Fungsi laten dari kayuan yaitu untuk mempererat soilidaritas terlihat dari kerjasama dari masyarakat Pedawa dalam menjaga sumber air.
ANALISIS FAKTOR SOSIAL DAN BUDAYA DALAM KECANDUAN PORNOGRAFI DI KALANGAN REMAJA KOTA DENPASAR Alvin Lie; Aliffiati *; Ida Bagus Oka Wedasantara
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 1 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v24i1.5943

Abstract

The rapid development of technology has had a significant impact on adolescent behavior, including in the city of Denpasar. Pornography has become a part of everyday life that attracts the attention of teenagers and provides strong stimulation. Increased consumption of pornographic content can lead to pornography addiction, triggering negative impacts such as decreased morals, as well as various other problems. This research aims to reveal the influence of social and cultural factors on the behavior of teenagers who are addicted to pornography. The approach used to reveal the adolescent phenomenon is through a qualitative approach. The research results show that environmental factors, especially family environment, friendships and social media, have an important role in the development of pornography addiction among teenagers. Lack of attention, lack of communication between parents and children, and lack of supervision of children's use of devices can influence pornography consumption behavior. Apart from that, interactions with peers also have a big influence, where teenagers often seek validation from their peers and are influenced by group norms. So efforts need to be made to reduce or even prevent pornography addiction among teenagers in Denpasar City by taking self-control measures and learning in a good environment. Reflection carried out to prevent and anticipate pornography addiction among teenagers is an effort to avoid deviant actions.