Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jus Kurma terhadap Produksi ASI Rachmawati Abdul Hafid; Ulva Ridha; Mariyana Mariyana
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024682

Abstract

ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi serta merupakan makanan pertama dan terbaik yang bersifat alamiah. pemberian kurma sebanyak 100 gram yang setara dengan 314 kalori dan teh herbal Fenugreek pada ibu menyusui dapat berperan sebagai galactogogues sehingga meningkatkan berat badan bayi dalam dua minggu pertama pasca melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus kurma terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di BPM Elvina S.ST Kota Batam. Desain Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest one group design. Sampel penelitian sebanyak 37 orang ibu menyusui yang berada Di BPM Elvina, S.STKota Batam. Hasil penelitian dengan uji statistik T-Test menunjukkan bahwa ada pengaruh produksi ASI sebelum dan  sesudah diberikan jus kurma  nilai p= 0,001. Ibu menyusui sesudah diberikan jus kurma lebih baik tingkat produksi ASI-nya dibandingkan sebelum diberikan jus kurma  diperoleh nilai p = 0,001 sehingga p kurang dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa pemberian jus kurma mempegaruhi produksi ASI ibu menyusui. Oleh karena itu pemberian jus kurma baik dikonsumsi ibu hamil sampai menyusui.  Perlunya sosialisasi petugas kesehatan pada ibu tentang manfaat mengkonsumsi jus kurma terutama ibu menyusui sehingga ibu tau akan kelebihan mengkonsumsi jus kurma dalam menghasilkan Produksi ASI.
PENATALAKSANAAN VULVA HYGIENE DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM Dian Juni Ekasari; Prasida Yunita; Rachmawati Abdul Hafid
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 12 No 2 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulva Hygiene is a nursing act performed on clients who are unable to independently clean the vulva. Prevent infection in the vulvar area, perineum, or uterine. Improper treatment of perineal wounds can result in bacterial proliferation causing infection of the perineum. The purpose of this study is to obtain scientific reference sources about vulva hygiene techniques with perineal wound healing based on the results of previous studies. The research method by conducting a literature search conducted until December 2021 through a Pubmed database and google scholar using the keyword vulva hygiene used 30 articles as a reference source. Vulvar hygiene technique is something that affects wound healing. Vulva hygiene technique is very important to improve health, especially in postpartum mothers who must always maintain their hygiene in the genitalia area, especially in the wound area so that it will affect the healing process of wounds to heal normally. Many mothers do not know how to maintain their cleanliness, especially in the genitalia area. Mother only maintains her cleanliness according to her ability and knowledge by avoiding pain and fear of stitches between the anus and vagina torn. So that the mother just cleans it regardless of the way the vulva hygiene properly and correctly then the perineum stitch wound will not experience infection and will heal within 6-7 days. Health workers are advised to provide information to mothers about how to care for perineal wounds so that mothers will know how to care for perineal wounds properly.
Kadar Malondialdehyde Pada Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronis Rachmawati Abdul Hafid; Mariyana Mariyana; Siti Haminah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3715

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia dan berdampak pada komplikasi kehamilan serta meningkatkan risiko stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian biskuit makanan tambahan terhadap kadar malondialdehyde (MDA) pada ibu hamil KEK yang mendapatkan tablet tambah darah. Desain penelitian menggunakan true experiment dengan pendekatan pretest–posttest control group pada 40 ibu hamil KEK yang dibagi secara acak ke dalam kelompok intervensi (20 orang, menerima biskuit + tablet tambah darah) dan kelompok kontrol (20 orang, hanya menerima tablet tambah darah). Intervensi dilakukan selama 12 minggu, dengan pengukuran asupan gizi melalui food recall serta analisis kadar MDA menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan pada asupan karbohidrat (299,65 ± 30,90 g vs. 265,31 ± 38,19 g), protein (72,99 ± 2,59 g vs. 66,44 g), dan lemak (69,66 ± 2,29 g vs. 61,44 ± 6,70 g) dibandingkan kontrol. Rerata kadar MDA pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 23,25 ± 3,21 nmol/mL menjadi 17,72 ± 4,02 nmol/mL (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan tidak signifikan (21,92 ± 2,09 nmol/mL menjadi 20,05 ± 3,58 nmol/mL; p = 0,060). Perbedaan selisih penurunan antar kelompok bermakna (p = 0,012). Kesimpulan, kombinasi biskuit makanan tambahan dengan tablet tambah darah lebih efektif dibandingkan suplementasi tablet tambah darah saja dalam meningkatkan asupan gizi dan menurunkan stres oksidatif pada ibu hamil KEK.