Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE MURAJA ̅’AH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN NAHDLATUSY SYUBBAN SAYUNG DEMAK Mutmainah .; Mukhtar Arifin Sholeh; Toha Makhsun
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan sering mengulang hafalan Al-Qur’an, maka kualitas dan kelancaran hafalan Al-Qur’an akan semakin baik. Namun kenyataannya, sering ditemukan dalam majlis-majlis sima’an Al-Qur’an dimana terdapat beberapa hafiẓ Quran yang masih terdapat kesalahan dalam murāja’ah hafalan Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi metode murāja’ah di Pondok Pesantren Nahdlatusy Syubban Sayung Demak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan ustadzah dan santri di Pondok Pesantren Nahdlatusy Syubban. Selanjutnya, data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program murāja’ah di Pondok Pesantren Nahdlatusy Syubbandilakukan dengan adanya bimbingan dari ustadzah. Dimana semua santri diminta untuk berkumpul dalam satu majlis, kemudian ustadzah memberikan arahan terkait kegiatan murāja’ah yang akan dilakukan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan murāja’ah dilakukan dengan dua cara yaitu kegiatan murāja’ah formal dan non formal. Kegiatan murāja’ah formal dilakukan pada siang hari senin, rabu, kamis dan sabtu pada pukul 18.00 WIB serta siang hari selasa, rabu, jum’at dan minggu pada pukul 10.00 WIB dengan menyetorkan murāja’ah hafalan kepada ustadzah. Sedangkan kegiatan murāja’ah non formal dilakukan dengan murāja’ah estafet setiap malam minggu dan minggu pagi, murāja’ah berpasangan setiap selasa pagi dan murāja’ah mandiri setiap jum’at pagi dengan melakukan sima’an hafalan bersama santri lainnya. Untuk mengetahui tingkat kualitas hafalan Al-Qur’an santri, di Pondok Pesantren Nahdlatusy Syubban melakukan evaluasi kegiatan murāja’ah dengan melakukan sima’an Al-Qur’an setiap bulan Rabi’ul Awwal sebanyak hafalan yang sudah dicapai oleh setiap santri. Adapun saran yang dapat penulis berikan yaitu hendaknya santri dapat memanfaatkan kegiatan terebut agar dapat mencapai hasil yang maksimal yaitu tidak hanya selesai hafalan tetapi juga memiliki kualitas hafalan Al-Qur’an yang baik. Kata kunci: implementasi, metode murāja’ah, kualitas hafalan
Implementasi Kegiatan Pidato Untuk Pemahaman Pendidikan Agama Islam Di Mts Asy – Syarifah Brumbung Mranggen Demak Muhammad Saiful Amin; Mukhtar Arifin Sholeh; Choeroni .
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad Safiul Amin. 31501900088. IMPLEMENTASI KEGIATAN PIDATO UNTUK PEMAHAMAN AGAMA ISLAM DI MTS ASY-SYARIFAH BRUMBUNG MRANGGEN DEMAK. Skripsi, Semarang: Fakultas Agama Islam universitas Islam Sultan Agung, Juli 2023. Tujuan penelitian ini adalah pertama Untuk mengetahui praktek kegiatan pidato di MTs Asy – Syarifah Brumbung Mranggen Demak. Kedua untuk mengetahui implementasi kegiatan pidato terhadap pemahaman Pendidikan Agama Islam di MTs Asy – Syarifah Brumbung Mranggen Demak. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sebelum program pidato dilaksanakan, pengurus OSIS melakukan sosialisasi kepada kelas VII dan VIII sesuai perintah dan arahan waka kesiswaan. Sosialisasi tersebut dilakukan pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk menginformasikan program pidato dengan baik. Dalam sosialisasi tersebut OSIS menjelaskan bahwa program pidato dilaksanakan setiap hari Sabtu pada jam ke VII dan VIII setelah kegiatan KBM selesai. Selain itu OSIS juga menjelaskan tugas siswa kelas VII dan VIII dalam pelaksanaan pidato tersebut. tugas siswa dalam pelaksanaan pidato meliputi pembawa acara (MC), pembaca ayat suci Al-Qur’an (tilawah), pembaca arti Al-Qur’an (sari tilawah), dan yang berpidato (pemateri). (2) Pada pelaksanaan pidato yang pertama kali siswa kelas VII dan VIII tidak langsung praktek, melainkan digunakan untuk pembentukan kelompok dan pembuatan tata tertib atau peraturan serta sanksi, dengan didampingi oleh Dewan Guru yang bertugas. Pembuatan kelompok dilakukan secara acak. Setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 anak yang nantinya akan bertugas secara bergantian setiap minggunya.(3) Dewan guru bimbingan konseling juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan untuk mengatur kegiatan. Dalam program pidato dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai penanggung jawab kelas, bertugas mengawasi pelaksanaan pidato dari awal sampai dengan selesai, memberikan evaluasi, motivasi atau arahan, dan saran untuk para petugas pidato agar lebih bersemangat dan kedepannya dapat tampil lebih bagus lagi. Kata Kunci: Implementasi, Pidato, Pemahaman, Pendidikan Agama Islam