Secara yuridis, prinsip education for All merupakan amanat UUD 1945 (pasca-perubahan) khususnya pasal 28 C ayat (1) dan sekaligus menjadi dasar sistem pendidikan nasional Indonesia. Namun dalam kenyataanya, masih banyak anak-anak Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah formal. Di antara mereka yang tidak dapat memperoleh salah satu hak azazinya tersebut adalah anak-anak dari kalangan orang tua yang berprofesi sebagai buruh pasar. Tentu, banyak faktor yang menyebabkan mereka kehilangan haknya, di antaranya adalah persepsi orang tua terhadap pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi buruh pasar terhadap pendidikan anak dalam tiga hal (urgensi dan tujuan Pendidikan, biaya, dan hubungan pendidikan dengan kehidupan anak) dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan memilih Pasar Mandalika Mataram sebagai lokasi penelitian. Penelitian memperoleh hasil sebagai berikut; pertama, Persepsi Buruh Pasar terhadap Pendidikan Anak (a) Secara umum para buruh pasar Mandalika Bertais Mataram memandang  pendidikan sangat penting bagi anak dan mereka meyakini mendorong dan membiayai pendidikan anak mereka di sekolah formal. Apapun tujuan mereka menyekolahkan anak sangat variatif dari yang bersifat normatif sampai praktis-pragmatis; (b) Para buruh pasar sepakat bahwa biaya pendidikan di Indonesia (baca Lombok) sangat mahal; (c) Para buruh pasar memahami bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kualitas hidup yang dijalani seseorang, meskipun hubungan tersebut dalam situasi dan hal-hal tertentu tidak selalu linier. Atas dasar pemahaman tersebut, mereka berkeyakinan bahwa pendidikan anak berpeluang memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan masa depan mereka. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mereka dapat dibagi dalam dua bagian utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keinginan, latar belakang pengalaman, kepribadian, dan penerimaan, sedangkan faktor eksternal mencakup ukuran, kontras, intensitas, dan objek yang baru yang dialami.