Abstrak: Dermoskopi adalah teknik diagnostik non invasi menggunakan magnifikasi optik yang memungkinkan visualisasi gambaran morfologis yang tidak terlihat dengan mata telanjang sehingga membuat hubungan antara dermatologi klinis makroskopis dan dermato-patologi mikroskopik. Pada makalah ini akan dipaparkan penggunaan dermoskopi pada tumor kulit. Studi literatur review ini dilakukan dengan melakukan penelusuran literatur dengan menggunakan kata kunci dermoskopi menggunakan pada aplikasi google scholar Dari hasil penelusuran literatur ini didapatkan artikel yang membahas tentang sejarah dermoskopi, perinsip dasar penggunaan dermoskopi, desain dasar dermoskopi, tipe tipe instrumen pada dermoskopi, teknik penggunaan, kriteria desmoskopi serta penggunaan penggunaan dermoskopi pada berbagai kasus.Efisiensi dermoskopi telah diselidiki oleh banyak penulis. Penggunaannya meningkatkan akurasi diagnostik sekitar 530% dibandingkan inspeksi visual klinis, tergantung pada tipe lesi kulit dan pengalaman dari dokter. Ini dikonfirmasi oleh publikasi berdasarkan bukti belakangan ini dan meta analisis dari literatur. Dermoskopi memperbaiki akurasi diagnostik untuk melanoma dibandingkan dengan inspeksi dengan mata tanpa alat bantu. Bagaimanapun, dermoskopi membutuhkan training yang cukup dan tidak dapat direkomendasikan untuk pengguna yang tidak terlatih. Diagnosis konsensus melibatkan dua atau lebih ahli direkomendasikan untuk menghasilkan kemungkinan yang paling tinggi dari akurasi diagnostik. Dermatoskopi adalah alat yang terbaik untuk klasifikasi diagnostik dari lesi melanositik dan non melanositik, terutama untuk diagnosis awal dari melanoma maligna. Baku emas untuk diagnosis final adalah pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan follow up digital, teledermoskopi dan diagnosis lesi kulit berpigmen dengan dibantu komputer adalah alat baru yang menarik yang akan merubah tentunya manajemen dari lesi kulit berpigmen.