Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Terapi Musik Untuk Membangun Kebahagiaan Pada Penderita Kanker Akta Ririn Aristawati; Devi Puspitasari; Assakinah Siscahyaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 8 (2023): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i8.383

Abstract

Meningkatkan kasus kanker di Indonesia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik penderita kanker tetapi juga berdampak pada kondisi psikologisnya. Dampak psikologis yang terjadi pada pasien kanker diantaranya, cemas, stres, depresi, berkurangnya rasa percaya diri dan optimis akan kesembuhan dirinya, hingga merasakan kesedihan yang mendalam. Kesedihan yang mendalam dapat menghambat terciptanya kebahagiaan pada diri penderita kanker. Fenomena ini banyak dirasakan oleh penderita kanker khususnya yang tinggal di rumah singgah Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Jawa Timur. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membangun kebahagiaan pada penderita kanker di Yayasan Kanker Indonesia melalui terapi musik. Kegiatan terapi musik dilakukan dalam 5 (lima) hari dengan melibatkan 15 penderita kanker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kooordinator Jawa Timur. Terapi musik ini dilaksanakan dengan mengacu pada modul yang telah dikembangkan. Kegiatan ini menggunakan desain one group pre-test dan post-test design. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap tingkat kebahagiaan pada penderita kanker di Yayasan Kanker Indonesia sebelum dan sesudah diberikan terapi musik. Partisipan juga menyatakan puas dan antusias selama mengikuti kegiatan terapi musik ini.
Penerapan Token Economy Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa SMP: Studi Kasus Pada Siswa Kelas VIII Dinda Oktariana; Devi Puspitasari
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII-E SMP Negeri X Surabaya melalui penerapan program token economy. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi rendahnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, kurangnya tanggung jawab akademik, lemahnya pengelolaan waktu belajar, serta rendahnya motivasi belajar. Metode asesmen dilakukan secara komprehensif melalui wawancara dengan guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran, observasi kelas, serta FGD dengan delapan siswa. Intervensi dilaksanakan selama satu minggu dengan sistem pemberian token sebagai positive reinforcement setiap kali siswa menunjukkan perilaku disiplin yang telah disepakati. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada aspek kepatuhan, kehadiran, fokus belajar, dan motivasi dalam kegiatan diskusi atau praktik. Namun, aspek ketepatan waktu pengumpulan tugas dan tanggung jawab akademik mandiri masih belum optimal. Secara keseluruhan, program token economy efektif dalam membentuk perilaku disiplin awal dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.  
Psikoedukasi Resiliensi sebagai Upaya Penguatan Psikologis Guru SLB: Studi Kualitatif Hanun Qothrunnada Mudiantoro; Devi Puspitasari
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengikuti psikoedukasi resiliensi serta perubahan pemahaman mereka setelah pelatihan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal yang melibatkan tujuh guru SLB di Kabupaten Sidoarjo sebagai satu unit analisis. Intervensi dilaksanakan melalui satu sesi psikoedukasi berdurasi 90 menit yang memuat penyampaian materi, diskusi kelompok, latihan penerapan, dan refleksi pengalaman. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan proses, dan pre–post test yang dianalisis secara deskriptif menggunakan model evaluasi pelatihan Kirkpatrick Level 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori pemahaman “Sedang” sebelum intervensi, kemudian mengalami peningkatan skor setelah mengikuti pelatihan. Beberapa peserta berpindah ke kategori “Tinggi”, sementara peserta lainnya menunjukkan peningkatan skor meskipun tetap dalam kategori awal. Selain itu, proses intervensi menciptakan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan kesadaran reflektif mengenai strategi resiliensi yang lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi resiliensi memberikan penguatan awal terhadap pemahaman peserta, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan penerapan keterampilan secara konsisten dalam praktik kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya program penguatan psikologis bagi guru SLB sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan kerja. Kata Kunci : resiliensi, psikoedukasi, guru SLB, studi kasus, kesejahteraan psikologis.
Narrative Therapy dalam Menurunkan Kedukaan pada Dewasa Awal Pasca Kematian Kakak Kandung Muhammad Yusuf Al'anshar Tanjung; Devi Puspitasari
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2578

Abstract

Kehilangan anggota keluarga akibat kematian dapat menimbulkan kedukaan mendalam, terutama pada individu dewasa awal yang sedang berada dalam fase transisi perkembangan menuju kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas narrative therapy dalam menurunkan tingkat kedukaan pada individu dewasa awal yang mengalami kehilangan kakak kandung. Penelitian menggunakan pendekatan single subject research (SSR) dengan desain eksperimen kasus tunggal. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang mengalami kedukaan berkepanjangan pasca kematian kakak kandung. Intervensi narrative therapy dilaksanakan secara individual dalam lima sesi yang meliputi tahapan eksternalisasi masalah, eksplorasi cerita, re-authoring, re-membering conversation, dan follow up. Pengukuran tingkat kedukaan dilakukan menggunakan Inventory of Complicated Grief (ICG) pada tahap pra-intervensi, pasca-intervensi, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor ICG secara signifikan dari kategori bermasalah menjadi tidak bermasalah. Secara kualitatif, subjek menunjukkan perubahan positif dalam memaknai kehilangan, mampu memisahkan identitas diri dari masalah kedukaan, mengenali kekuatan diri, serta membangun narasi hidup yang lebih adaptif dan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa narrative therapy efektif dalam membantu individu dewasa awal memproses kedukaan secara adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyoroti intervensi kedukaan pada konteks kehilangan saudara kandung, meskipun keterbatasan jumlah subjek menuntut penelitian lanjutan dengan desain dan sampel yang lebih luas.