Sara Wibawaning Respati
Balikpapan State Polytechnic

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Double Track Railway Planning Between Solo Balapan – Adi Soemarmo International Airport Sara Wibawaning Respati; Muhamad Isram Ain; Andhika Yasisara
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 2 No 2 (2023): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/nuce.v2i02.506

Abstract

Dengan meningkatnya perekonomian di Pulau Jawa, maka meningkat pula perjalanan antar kota bahkan ke luar negeri menggunakan moda transportasi pesawat terbang dari dan ke pulau Jawa. Dengan demikian, tingginya jumlah penumpang dapat ditemukan di beberapa bandara besar diantara lain adalah Bandara Yogyakarta Internasional Airport, Bandar Udara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Internasional Juanda. Bandara tersebut menjadi bandara pengumpul serta menjadi bandara transit untuk rute perjalanan dari bandara – bandara kecil di Pulau Jawa ke tujuan Indonesia Timur ataupun Indonesia Barat bahkan luar negeri. Untuk mengurangi kepadatan penumpang di keempat bandara tersebut, pemerintah mulai mentargetkan agar bandara – bandara lain yang ada di Pulau Jawa menjadi bandar udara pengumpul, salah satunya adalah Bandara Adi Soemarno di Surakarta. Pada Tugas Akhir ini, akan direncanakan jalur rel kereta api ganda atau double track dari Stasiun Solo Balapan sampai Stasiun Bandara Internasional Adi Soemarmo. Jalur rel ganda kereta api ini merupakan hasil dari pemilihan dua trase kemudian dipilih satu dari yang terbaik dengan pertimbangan kriteria menggunakan metode Multy Criteria Analysis. Kriteria yang dipakai berdasarkan atas dasar jarak, dan permintaan atau demand penumpang kereta api bandara. Dari trase yang terpilih ini dilakukan analisa perhitungan meliputi desain perencanaan geometrik rel kereta api diantaranya adalah perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal berdasarkan peraturan terkait seperti seperti PM No. 60 Tahun 2012, PM No. 29 Tahun 2011, PM No. 78 Tahun 2014, dan peraturan perencanaan lainnya yang masih terkait dengan perencanaan pembangunan jalan kereta api. Kata Kunci : Kereta Api Bandara, Stasiun Solo Balapan, Double Track, Geometrik Jalan Rel Kereta Api
Pengaruh Jumlah Tumbukan Pada Campuran AC-WC Terhadap Nilai Marshall Ridho Hafidz; Fatmawati Fatmawati; Sara Wibawaning Respati
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 3 No 2 (2024): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/nuce.v3i2.644

Abstract

Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) is the surface layer of flexible pavement that directly bears traffic loads and provides driving comfort. This study aims to analyze the effect of varying the number of compaction blows on the Marshall characteristics of AC-WC mixtures and to determine the optimal number of blows according to applicable specifications. The testing methodology adhered to SNI 06-2489-1991 and the Bina Marga Specification 2018 Revision 2, which included comprehensive material testing and Marshall testing for Stability, Flow, Voids in the Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), and Voids Filled with Bitumen (VFB). The results indicate that increasing the number of blows from 2x50 to 2x85 significantly impacts the mixture's properties. Stability, VFB, and Marshall Quotient values increased with more blows, while Flow, VIM, and VMA decreased. Average Stability rose from 802.2 kg (2x50 blows) to 2657.1 kg (2x85 blows). Conversely, average Flow decreased from 6.5 mm to 2.5 mm, VIM from 9.0% to 1.3%, and VMA from 19.3% to 12.5%. Based on the analysis of all Marshall criteria, the 2x80 blows treatment was identified as the most optimal. At this level, the mixture achieved an ideal balance between strength (Stability of 2214.3 kg) and flexibility (Flow of 3.0 mm) while meeting all specification requirements. This study concludes that compaction effort is crucial for performance and recommends 2x80 blows to produce a superior AC-WC mixture for preventive maintenance purposes.