Faktor risiko perilaku memainkan peran penting dalam perkembangan PTM pada remaja. Perilaku yang tidak sehat, seperti pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol, dapat meningkatkan risiko terjadinya PTM pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis gambaran faktor risiko perilaku PTM pada remaja. Dengan mempelajari faktor-faktor ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pola perilaku yang berkontribusi terhadap PTM pada populasi remaja. Penelitian ini dilakukan di kampus UINSU pada bulan Juni 2023 melalui penyebaran kuesoiner lewat google form. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif kuantitatif. Hasil penelitian dari analisis data yang dilakukan sebanyak 76 responden, gambaran faktor resiko perilaku penyakit tidak menular pada mahasiwa yaitu rajin cek tekanan darah sebagian responden kadang-kadang nge cek tekanan darah sebanyak 53 (69.7%) responden. Kebiasaan merokok responden banyak tidak merokok 64 (89.5%). Minum alkohol sebagian besar responden tidak minum alkohol 71 (93.4%) responden.Aktifitas fisik responden jarang atau kadang-kadang berolahraga 48(63.2%) responden. Sarapan pagi masuk kategori baik sebanyak 43 (56.6%) responden sarapan pagi. Konsumsi sayur masuk kategori buruk sebanyak 48(63.2) responden jarang atau tidak pernah makan sayur dan konsumsi buah juga masuk kategori buruk sebanyak 51 (67.1%) responden jarang atau tidak pernah makan buah. Konsumsi makanan cepat saji masuk kategori buruk 54 (71.9%) responden tiap hari atau hampir setiap hari mengonsumsi makanan cepat saji.