Dispepsia merupakan kumpulan gejala klinis yang meliputi kekambuhan pada perut bagian atas maupun rasa tidak nyaman yang menetap pada bagian perut (episodic). Penggunaan obat yang tidak rasional masih sering ditemukan di pusat kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah pemberian obat pada pasien dispepsia di RSD Gunung Jati rasional atau tidak. Penelitian ini dilakukan secara observasional yang bersifat analitik dengan menggunakan desain penelitian retrospektif yaitu dengan mengambil data pasien dari rekam medik dan resep pasien yang menderita dispepsia di RSD Gunung Jati Kota Cirebon periode Januari-Desember 2022. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 86 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian yaitu chi-square dan mann whitney. Parameter yang diambil dalam penelitian yaitu parameter tepat indikasi, tepat diagnosis, tepat dosis, dan tepat obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disepspsia banyak dialami oleh perempuan sebesar 73% (63 orang), penderita dispepsia paling banyak dialami oleh pasien berusia 46-55 tahun sebesar 29% (25 orang). Obat yang paling banyak diterima oleh pasien dispepsia yaitu jenis omeprazole dalam bentuk tunggal tanpa kombinasi dengan obat lain sebesar 36%. Hasil evaluasi menunjukkan tepat obat 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 94%, dan tepat diagnosis 100%. Pada analisis statistika diperoleh hasil bahwa pola peresepan yang diberikan kepada pasien dispepsia sudah memenuhi syarat rasional dan memiliki nilai rasionalitas yang bermakna.