Sella Nadilla
Fakultas Kedokteran, Universitas Pattimura Ambon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) BERDASARKAN TRANSABDOMINAL ULTRASONOGRAPHY (TAUS) DI RSU AL-FATAH AMBON PERIODE 2019-2021 Sella Nadilla; Astri Sangadji; Stefanus Cahyo Ariwicaksono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19934

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan penyakit degeneratif yang sering menyerang pria lanjut usia. Indonesia berpotensi terjadi peningkatan Usia Harapan Hidup sehingga angka kejadian penyakit BPH pun terus meningkat. Meskipun BPH sangat umum di Indonesia namun penelitian terkait angka kejadian dan karakteristiknya masih terbatas. Transabdominal Ultrasonography (TAUS) merupakan modalitas yang dapat membantu menegakkan diagnosis BPH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik pasien BPH berdasarkan TAUS di RSU Al-Fatah Ambon periode 2019-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional dan metode yang digunakan yakni total sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa angka kejadian BPH di RSU Al-Fatah Ambon berdasarkan TAUS paling banyak terjadi pada tahun 2021 sebanyak 31 pasien. Karakteristik usia pasien BPH terbanyak adalah kelompok usia Lansia 60-69 tahun sebanyak 28 pasien (45,9%). Karakteristik Volume Prostat terbanyak berada pada Grade II sebanyak 22 pasien (36,1%), Sebagian besar pasien tidak ada IPP sebanyak 40 pasien (65,6%). Karakteristik gejala klinis terbanyak adalah gejala obstruktif sebanyak 57 pasien (93,4%). Sebagian besar pasien tidak ada penyakit penyerta sebanyak 34 pasien (55,8%). Sebagian besar pasien tidak ditemukan Hasil PA sebanyak 55 pasien (90,2%). Karakteristik terapi terbanyak adalah Farmakologi sebanyak 38 pasien (62,3%).