Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Niat Penggunaan MKJP Pascapersalinan Berdasarkan Theory of Planned Behavior pada Ibu Hamil di Puskesmas Gayamsari Chintya Dwi Yuni Anindya Putri; Alfiana Ainun Nisa; Muhammad Azinar
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2649

Abstract

Cakupan penggunaan KB pascapersalinan (KBPP) di Kecamatan Gayamsari pada ibu hamil yang menerima informasi kontrasepsi cukup tinggi (82,5%), namun 32,5% tetap tidak berniat menggunakan KB pascapersalinan. Selain itu, cakupan MKJP pascapersalinan pada 2025 hanya mencapai 23,41%, menjadikan Gayamsari salah satu kecamatan dengan capaian terendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan niat penggunaan MKJP pascapersalinan pada ibu hamil di Puskesmas Gayamsari. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup semua ibu hamil di Puskesmas Gayamsari sebanyak 200 ibu hamil dengan sampel 146 responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,005; PR = 2,274), sikap (p = 0,015; PR = 1,758), norma subjektif (p = 0,021; PR = 1,710), dan persepsi kontrol perilaku (p = 0,039; PR = 1,610) dengan niat penggunaan MKJP pascapersalinan. Pengetahuan sebagai faktor paling dominan yang ditunjukkan oleh nilai PR tertinggi, yaitu 2,274. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah niat penggunaan MKJP pascapersalinan dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan program kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui peningkatan edukasi dan konseling mengenai MKJP kepada ibu hamil dengan melibatkan suami atau keluarga guna meningkatkan niat penggunaan MKJP pascapersalinan.
Faktor yang Memengaruhi Niat Vasektomi di Negara Berkembang: Systematic Literature Review Berbasis Theory of Planned Behavior Elvira Junia Aliffa; Alfiana Ainun Nisa; Muhammad Azinar
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2702

Abstract

Bukti mengenai faktor yang memengaruhi niat vasektomi pada pria di negara berkembang masih terpecah, terbatas pada wilayah tertentu, dan belum secara konsisten mengintegrasikan komponen utama Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi niat vasektomi di negara berkembang berbasis Theory of Planned Behavior. Desain studi ini menggunakan systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA. Artikel dikumpulkan dari database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci dalam Bahasa Inggris. Dari 793 artikel ditemukan 11 artikel yang terdiri dari 9 penelitian kuantitatif dan 2 penelitian kualitatif yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel kemudian dianalisis dengan metode analisis naratif. Hasil kajian menunjukkan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku merupakan faktor yang memengaruhi niat vasektomi di negara berkembang. Ketiga faktor tersebut bekerja saling berhubungan bukan hanya dari salah satu faktor saja dengan norma subjektif merupakan faktor paling dominan pada penelitian ini. Namun, tantangan berupa hambatan sosial, budaya, agama, sikap negatif, dan keterbatasan layanan vasektomi menyebabkan rendahnya niat melakukan vasektomi. Implikasi kebijakan menyoroti pentingnya strategi keluarga berencana yang lebih komprehensif, berpusat pada pria dan berbasis pasangan melalui kolaborasi lintas sektor, kampanye informasi yang relevan secara budaya, dan konseling yang berpusat pada pasangan.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOKAL BERBASIS PEER EDUCATOR MELALUI PENDEKATAN PARTICIPATORY EMPOWERMENT Alfiana Ainun Nisa; Efa Nugroho; Ayu Istiada; Rafidha Nur Alifah; Nikmatul Ilma Alkautsar
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31994

Abstract

                                                                          ABSTRAK       Masalah kesehatan pada kelompok remaja di komunitas lokal merupakan isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama karena adanya kecenderungan perilaku berisiko yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan masa depan mereka. Hasil asesmen menunjukkan masih rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta kecenderungan melakukan perilaku berisiko seperti merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan hubungan seksual pranikah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lokal melalui peningkatan kapasitas pendidik sebaya (peer educator) sebagai agen perubahan dalam komunitas, dengan menggunakan pendekatan Participatory Empowerment. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis situasi, advokasi, pelatihan pendidik sebaya, serta implementasi posyandu remaja. Selain itu, dilaksanakan kegiatan posyandu remaja sebagai wadah berkelanjutan dalam penyebaran informasi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terhadap isu-isu kesehatan, terbentuknya forum komunikasi yang aktif, serta meningkatnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui penguatan kapasitas peer educator terbukti menjadi strategi efektif dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan di komunitas lokal.ABSTRACTAdolescent health issues in local communities represent a strategic concern that requires special attention, particularly due to the tendency toward risky behaviors that can negatively affect their quality of life and future. Assessment results revealed a low level of implementation of clean and healthy living behaviors, as well as a tendency to engage in risky behaviors such as smoking, alcohol consumption, and premarital sexual activity. This community engagement program aims to empower local communities by strengthening the capacity of peer educators as agents of change through a Participatory Empowerment approach. The program was implemented in several stages, including situation analysis, advocacy, peer educator training, and the establishment of adolescent health posts (posyandu remaja). In addition, a youth communication forum was formed as a sustainable platform for disseminating health information. The results showed an increase in adolescents’ understanding of health issues, the formation of an active communication forum, and improved access to health information and services. Thus, the participatory empowerment approach through strengthening peer educator capacity has proven to be an effective strategy in supporting health promotion and prevention efforts in local communities.