Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERIAN TEKNIK PERNAPASAN PURSED LIPS TERHADAP DERAJAT DISPNEA PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT JALAN Diana Padwa Marchiana; Harsudianto Silaen
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pursed Lip Breathing (PLB) is a breathing exercise by inhaling air through the nose and expelling air using the lips being pressed together or protruding with a longer exhalation time. Dyspnea is a common and often burdensome symptom that affects up to 50% of patients treated in acute and tertiary hospitals. Mycobacterium tuberculosis is a germ found in pulmonary TB that has special properties, namely, it is resistant to acids in staining, so it is also called acid-fast bacilli (BTA). The purpose of this study was to identify the effect of giving the Pursed Lips Breathing Technique on the Degree of Dyspnea in Outpatient Pulmonary TB Patients at Tangerang City Hospital in 2021. Using a random sampling technique. Researchers collected data using research instruments, to measure the degree of dyspnea which was measured using the mMRC scale while the pursed lips breathing program was carried out with routine exercises for 2 weeks, where in 1 week you could practice 3 pursed lips breathing exercises. Based on the results of the Wilcoxon test, a pvalue of 0.000 <0.05 was obtained, which means that pursed lips breathing technique affects the degree of dyspnea in pulmonary tuberculosis patients. This study also showed that the Degree of Dyspnea after Pursed Lip Breathing Exercise Therapy patients experienced a decrease in the Degree of Dyspnea on average by 25 times the Degree of Dyspnea before the Pursed Lip Breathing Exercise Therapy was carried out with an average decrease of 27.50. Abstrak Pursed Lip Breathing (PLB) adalah latihan pernapasan dengan menghirup udara melalui hidung dan mengeluarkan udara dengan cara bibir lebih dirapatkan atau dimonyongkan dengan waktu ekshalasi lebih di perpanjang. Dispnea adalah gejala umum dan sering melemahkan sehinngga mempengaruhi hingga 50% pasien yang dirawat di rumah sakit akut dan tersier, Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman yang terdapat pada TB paru memiliki sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan sehingga disebut pula basil tahan asam (BTA). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Pengaruh Pemberian Teknik Pernapasan Pursed Lips Terhadap Derajat Dispnea Pada Pasien TB Paru Rawat Jalan Di Rumah Sakit Kota Tangerang Tahun 2021. Menggunakan teknik pengambilan sampel Random Sampling. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian, untuk mengukur derajat dispnea diukur menggunakan mMRC scale sedangkan program pelaksanakan pursed lips breathing dilakukan dengan latihan secara rutin selama 2 minggu, dimana dalam 1 minggu dapat dilakukan latihan selama 3 kali latihan pursed lips breathing,. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian teknik pernapasan pursed lips terhadap derajat dispnea pada pasien TB Paru. Hal penelitian ini juga menunjukan bahwa Derajat Dispnea setelah Terapi Pursed Lip Breathing Exercise pasien mengalami penurunan Derajat Dispnea rata- rata sebesar 25 kali dari Derajat Dispnea sebelum dilakukan Terapi Pursed Lip Breathing Exercise dengan rata rata penurunan sebesar 27,50.
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Dan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Ade Siva Dwiyani; Harsudianto Silaen
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1116

Abstract

Latar belakang : Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Penyakit hipertensi menjadi salah satu masalah Kesehatan yang perlu diperhatikan oleh setiap individu karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala sehingga individu perlu mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit hipertensi tersebut. kecemasan merupakan keadaan emosi yang muncul saat individu sedang stress, dan ditandai oleh perasaan tegang, pikiran yang membuat individu merasa khawatir dan disertai respon fisik (jantung berdetak kencang, naiknya tekanan darah, dan lain sebagainya). Tujuan : Mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah dan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. Metode: Penelitian ini menggunakan uji paired sample t - test dengan jumlah sampel 17 orang dan teknik pengambilan sampel purposive sampling . Uji paired sample t - test digunakan untuk menganalisa Pengaruh Teknik Relaksasi otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah dan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug dengan cara membandingkan nilai pengukuran sebelum intervensi (pre- test) dan pengukuran setelah intervensi (post-test). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan teknik relaksasi otot progresif terhadap menurunkan tekanan darah dan tingkat kecemasan pasien hipertensi. dengan nilai hasil Sig = .000 < 0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa uji paired sampel t-test diketahui rata-rata tekanan darah dengan perbedaan nilai pre test dan post test yaitu nilai p- value =0,000 (sistolik), p-value=0,000 (diastolik) dan nilai tingkat kecemasan p- value =0,000 . Dengan nilai P<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari perlakuan teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah dan tingkat kecemasan. Secara fisiologis pemberian teknik relaksasi otot progresif dapat meningkatkan aliran darah dan membuat rileks sehingga membuat fisik menjadi lebih nyaman.
Penerapan Pencegahan Risiko Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Roman Lorisma Manalu; Harsudianto Silaen
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1122

Abstract

Operasi merupakan tindakan medis invasif yang berisiko menimbulkan Infeksi Luka Operasi apabila tidak disertai penerapan pencegahan infeksi yang optimal. Tingginya angka Surgical Site Infection secara global dan nasional menunjukkan pentingnya evaluasi praktik pencegahan infeksi pada pasien post operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pencegahan risiko Infeksi Luka Operasi pada pasien post operasi di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 27 perawat ruang rawat inap yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, serta tindakan dalam kebersihan tangan, penggunaan Alat Pelindung Diri, dan teknik aseptik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat dengan Statistical Program for Social Science. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,4 persen responden memiliki pengetahuan cukup, 87,5 persen memiliki sikap positif, dan 74 persen menunjukkan tindakan positif dalam penerapan pencegahan risiko infeksi. Secara keseluruhan, penerapan pencegahan infeksi telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan konsistensi dan supervisi untuk mengoptimalkan kepatuhan terhadap standar pengendalian infeksi di ruang rawat inap.