Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BERJUDUL ”ASAL-USUL TARI RONGGENG IBING” UNTUK REMAJA BERUSIA 13-17 TAHUN Martinus Eko Prasetyo; Febbri Irawan Yusuf; Asrullah Ahmad
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v8i2.18397

Abstract

Design of a Picture Storybook titled “Origins of the Ronggeng Ibing Dance” for Youth 13-17 Years Old. The Ronggeng Ibing dance is a type of ronggeng art known in the Sundanese community that has developed in the southeastern part of West Java, especially in Ciamis Regency, Banjar City, and Pangandaran Regency. In this Ronggeng Ibing, several female dancers are accompanied by Sundanese gamelan and kawih-kawih (singing) music. Sundanese kawih-kawih as accompaniment to the Sundanese Ibing dance also experienced development with many new kawih-kawih being created. The research method was carried out by conducting interviews with resource persons, distributing questionnaires, and collecting and reading literature. The result of this design is in the form of an illustrated storybook that will discuss the origins of the Ronggeng Ibing Dance. Through this design, it is hoped that it can provide insight to children about their origins more specifically in terms of dance culture, can increase children's reading interest, and can make it easier for children to understand cultureKeywords: storybook, ronggeng ibing, Pangandaran Regency, West Java
Perancangan Film Dokumenter Kolintang di Rumah Budaya Nusantara Wale Ma’zani Tomohon Martinus Eko Prasetyo; Chevalier Adimas Koronka Sanjaya
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 10 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v10i1.266

Abstract

Warisan budaya Indonesia merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Seiring perkembangan zaman, eksistensi warisan budaya semakin menurun sehingga perlu adanya sebuah media untuk tetap mempertahankan eksistensi warisan budaya itu sendiri salah satunya melalui film dokumenter. Indonesia memiliki beragam warisan budaya, di antaranya alat musik kolintang dari Sulawesi Utara. Kolintang adalah alat musik ansambel yang dimainkan dengan cara dipukul. Berkembangnya zaman membuat menurunnya minat terhadap warisan budaya Nusantara salah satunya adalah permainan alat musik kolintang. Dalam rangka pelestarian budaya di kota Tomohon, terdapat lembaga yang berusaha untuk menjaga eksistensi dari alat musik kolintang yakni Rumah Budaya Nusantara Wale Ma’zani. Maka diperlukan sebuah media untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui visualisasi yang menarik, media film dokumenter diharapkan sebagai perwujudan yang dekat dengan generasi muda saat ini. Film ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan dijadikan sebuah media edukasi bagi masyarakat khusus bagi generasi muda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara, kuesioner, observasi, studi pustaka, dan kajian dokumen, serta menggunakan metode perancangan film mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Hasil yang didapat berupa rancangan film dokumenter yang memperkenalkan alat musik kolintang yang ada di Rumah Budaya Nusantara Wale Ma’zani Tomohon pada masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat memberikan edukasi tentang warisan budaya lokal dalam hal ini alat musik kolintang.