Debbie Rose Komala Hadi
Dokter Umum

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spektrum Klinis Infeksi Streptococcus Grup A pada Anak Debbie Rose Komala Hadi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 11 (2023): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i11.1009

Abstract

Streptococcus Grup A (SGA) atau Streptococcus pyogenes, merupakan bakteri yang sering menyebabkan infeksi saluran napas dan infeksi kulit pada anak. Organisme ini juga dapat menimbulkan infeksi invasif, yaitu sindrom syok toksik streptococcal dan necrotizing fasciitis; serta berbagai komplikasi dan sekuele, di antaranya demam rematik akut, glomerulonefritis akut pasca-Streptococcus, artritis reaktif pasca-Streptococcus dan pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders associated with Streptococcus pyogenes (PANDAS). Peningkatan kasus infeksi SGA, baik invasif maupun non-invasif, dengan puncaknya di akhir tahun 2022 lalu, khususnya pada populasi anak, telah menjadi perhatian di beberapa negara. Klinisi sangat perlu mengenali berbagai spektrum klinis infeksi SGA, khususnya pada populasi anak.
Spektrum Klinis Infeksi Streptococcus Grup A pada Anak Debbie Rose Komala Hadi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 11 (2023): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i11.1009

Abstract

Streptococcus Grup A (SGA) atau Streptococcus pyogenes, merupakan bakteri yang sering menyebabkan infeksi saluran napas dan infeksi kulit pada anak. Organisme ini juga dapat menimbulkan infeksi invasif, yaitu sindrom syok toksik streptococcal dan necrotizing fasciitis; serta berbagai komplikasi dan sekuele, di antaranya demam rematik akut, glomerulonefritis akut pasca-Streptococcus, artritis reaktif pasca-Streptococcus dan pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders associated with Streptococcus pyogenes (PANDAS). Peningkatan kasus infeksi SGA, baik invasif maupun non-invasif, dengan puncaknya di akhir tahun 2022 lalu, khususnya pada populasi anak, telah menjadi perhatian di beberapa negara. Klinisi sangat perlu mengenali berbagai spektrum klinis infeksi SGA, khususnya pada populasi anak.