This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NAZLA AZZAHRA AULIA AMIN NIM. A1012191049
Faculty of Law Tanjungpura University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WANPRESTASI SALES DALAM PERJANJIAN RETUR BARANG KEPADA TOKO DI DESA SUNGAI RINGIN KABUPATEN SEKADAU NAZLA AZZAHRA AULIA AMIN NIM. A1012191049
Jurnal Fatwa Hukum Vol 6, No 4 (2023): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractA shop is one of the businesses that always uses sales services in procuring all the goods it buys and sells, providing the basic daily necessities needed by the community. When a shop transacts with sales in ordering goods, of course it doesn't always run smoothly and problems arise. The problem is that the goods ordered by shops and sales sometimes do not match the order, whether regarding the brand, taste, quantity of goods, or whether the goods ordered are defective or damaged. In trade terms, this is called a return of goods. Return of goods is the return of a number of goods by the buyer to the seller because the goods do not match the order or are damaged. To overcome this problem, an agreement must be made between both parties that the goods can be returned if they are not as ordered and the goods ordered are defective or damaged, so that the problem is handled properly and does not harm both parties. The form of compensation is in the form of a return of money or goods and/or services that are similar or equivalent to the loss or treatment and/or providing compensation in accordance with the provisions of the applicable laws and regulations. The problem studied is: "What factors cause sales not to fulfill agreed return agreements or defaults to shops in Sungai Ringin Village, Sekadau Regency?" This research uses qualitative research methods, with an "empirical legal research" approach, with a descriptive approach. Analysis is carried out qualitatively. That the agreement is made verbally and the selling party will be responsible to the buyer even if there is no delay in exchanging the returned goods; Factors that cause sales to default are delays in exchanging returned goods to shop owners due to the goods not being available/out of stock in the warehouse; The legal consequence for sales who are late in returning returned products is that the company provides compensation for returned products by providing bonuses due to delays in returning the product; and Efforts made by the shop owner to the company's sales through deliberation and kinship. Keywords: Agreement, Buying and Selling, Returns. AbstrakToko merupakan salah satu usaha yang selalu menggunakan jasa sales dalam pengadaan seluruh barang yang diperjual belikannya, menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok harian yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ketika Toko bertransaksi dengan sales dalam pemesanan barang, tentu tidak selalu berjalan mulus dan ada permasalahan yang timbul. Permasalahannya barang yang dipesan oleh toko kepada sales terkadang tidak sesuai pesanan baik menyangkut merek, rasa, jumlah barang, maupun barang yang dipesan kondisinya cacat atau rusak. Dalam istilah perdagangan hal ini dikatakan retur barang. Retur barang adalah pengembalian sejumlah barang oleh pembeli kepada penjual karena barang tidak sesuai dengan pesanan atau rusak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka harus dibuat perjanjian antara kedua belah pihak bahwa barang dapat diretur jika tidak sesuai pesanan dan barang yang dipesan kondisinya cacat atau rusak, agar permasalahan tertangani dengan baik dan tidak merugikan kedua belah pihak. Bentuk ganti rugi berupa pengembalian uang atau barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya atau perawatan dan/atau pemberian santunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permasalahan yang diteliti adalah: “Faktor Apa Yang Menyebabkan Sales Tidak Memenuhi Perjanjian Retur Barang Yang Telah Disepakati Atau Wanprestasi Kepada Toko Di Desa Sungai Ringin Kabupaten Sekadau?”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan “penelitian hukum empiris”, dengan pendekatan Deskriptif Analisis dilakukan secara kualitatif. Bahwa perjanjian di lakukan secara lisan dan pihak sales akan bertanggung jawab dengan pihak pembeli walaupun adanya keterlambatan dalam penukaran barang retur; Faktor yang menyebabkan pihak sales melakukan wanprestasi ialah keterlambatan dalam penukaran barang retur kepada pemilik toko yang dikarenakan barang tersebut tidak ada/habis di gudang ; Akibat hukum bagi sales yang terlambat mengembalikan produk yang di retur yaitu pihak perusahaan memberikan ganti rugi produk yang diretur dengan cara memberikan bonus yang dikarenakan keterlambatan dalam pengembalian produk; dan Upaya yang dilakukan pemilik toko kepada sales perusahaan tersebut dengan cara musyawarah dan kekeluargaan.Kata Kunci : Perjanjian, Jual Beli, Retur.