Telah dilaksanakan pembangungan jembatan girder dengan profil I di Desa Kepuluk Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Kabupaten Ketapang, sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan infrastruktur daerah yang baik. Pelat lantai jembatan menjadi dalah satu bagian penting karena menerima beban secara langsung baik beban hidup maupun beban mati. Oleh karena itu, dilakukan tinjauan ulang pada pelat lantai jembatan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui beban maksimum yang bekerja, mengetahui momen yang terjadi, dan mengetahui desain struktur pelat lantai jembatan. Data dimensi jembatan dan data lalu lintas harian rata-rata menjedi data primer, sedangkan data faktor pembebanan pelat lantai jembatan, tabel jenis tumpuan, dan as built drawing menjadi data sekunder. Hasil perhitungan struktur pelat lantai diperoleh beban maksimum yang bekerja sebesar 6,57 kN/m2 pada alternatif 1 dan 2, nilai momen yang terjadi dari beban maksimum terdiri dari tipe VI A, III, II, dan VI B, serta dari perhitungan tulangan 16 mm arah lapangan x dan y memiliki jarak 250 mm dan tulangan berdiameter 13 mm arah tumpuan x memiliki jarak 120 mm dan y memiliki jarak 230 mm, sedangkan untuk penggunaan di lapangan diameter 16 mm dan 13 mm memiliki jarak 150 mm yang masih termasuk kategori aman karena tidak melebihi nilai kontrol tulangan.