Sahidin Basri
Program Studi Sarjana Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nurul Hasanah Kutacane

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pelaksanaan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Kota Kutacane 2020 Sahidin Basri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i1.8201

Abstract

WHO memperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh TB Paru. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya jumlah penderita TB Paru yang ditemukan dimasyarakat dan sejak 1993 WHO menyatakan bahwa TB Paru merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan. Salah satu Strategi dalam Gadunas tuberkulosis adalah strategi DOTS (Directly Observed Treatment shortcourse),tujuan dari pelaksanaan strategi DOTS adalah untuk menjamin dan mencegah drop out/lalai dengan pengawasan dan pengendalian pengobatan terhadap Tuberkulosis. Dari uraian tersebut   Di atas dapat dirumuskan bahwa tingginya insiden dan prevelensi TBC di Antaranya karena penderita yang tidak patuh dan tidak tuntas dalam mengikuti program pengobatan yang telah ditentukan. Jenis penelitian yang digunakan dengan desain cross sectional, sampel yang digunakan total sampling. Jumlah responden yang diteliti 38 orang. Hasil yang diperoleh sebagian besar pelaksanaan strategi DOTS baik 90% Atau 35 responden dari 38 sample. Kepatuhan berobat pasien TB Paru yang Patuh 90 % atau 33 resonden dari 38 sampel, dengan perhitungan hasil penelitian uji statistik didapat nilai p-value /sig (2-tailed) =0,001 lebih kecil dari α 0,05. Hipotesa menyatakan bahwa ada hubungan antara Pelaksanaan   Strategi DOTS dengan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru.