Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AYAT –AYAT TENTANG UJIAN PERSPEKTIF SYEIKH IMAM NAWAWI ( KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-MUNIR ) Agus Mukmin; Agussalim Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.619

Abstract

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah merasakan sesuatu kondisi yang tidak diinginkannya seperti musibah, masalah, rasa khawatir bahkan ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Pada kondisi lain, manusia juga merasakan saat dimana jiwanya tenang, jauh dari masalah dan berlimpah rezeki. Dua keadaan manusia yang berbeda ini adalah sunnatullah. Itu artinya semua itu merupakan bagian dari pada ujian yang Allah swt berikan kepada umatNya untuk melihat siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mencari makna ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia, sekaligus untuk mengetahui apa dan bagaimana ujian itu berlangsung dan bentuk-bentuk ujian dalam pandangan Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani melalui karya monumentalnya yaitu Mirahu Labid li Kasyfi Ma’na Qur’an Majid atau yang lebih popular dengan nama tafsir Al-Munir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tematik (Maudu’i) yang mana mengarah kepada satu tema yaitu ujian dengan sumber data primer Tafsir Marah Labid atau Tafsir Al-Munir karya Imam Nawawi Al-Bantani dan data sekunder dari beberapa buku dan karya ilmiah yang membahas tentang ujian Allah SWT kepada manusia. Hasil penelitian ini berdasarkan dari beberapa term di dalam al-Qur’an yang mempunyai arti yang sama yaitu ujian, yang mana term tersebut seperti buliya, mahana, dan fitnah. Kata Buliya disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 35 kali dan kata Mahana, disebutkan sebanyak 2 kali dan kata Fitnah yang berartikan ujian disebutkan 5 kali. Dari penelitian ini Imam Nawawi menjelaskan berbagai bentuk ujian seperti rasa takut dan khawatir, rasa lapar, kekurangan harta, penyakit hingga kehilangan nyawa. Selain itu juga dijelaskan bahwa ujian tidak hanya bermacam seperti tersebut tadi tapi juga berupa kesenangan duniawi seperti nikmat rezeki yang luas, umur dan lainnya. Adapun tujuan dari ujian tersebut menurut Imam Nawawi Al-Bantani adalah untuk mendorong manusia untuk bertaqwa kepada Allah swt dan mendorong manusia agar selalu membersihkan hati dan menjadikan manusia beriman sehingga diketahui siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur.
AKTUALISASI DZIKIR BA'DA SHOLAT FARDHU DALAM MENINGKATKAN SIKAP KEAGAMAAN SANTRI DI PONPES MIFTAHUSSALAM DANGKO Askan Arifin; Agussalim Agussalim; Aris Sutrisno; Depi Putri
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 1 No 1 (2021): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v1i1.290

Abstract

Absrak: This study aims to describe and critically analyze the Implementation of Fardhu Prayers in Improving the Religious Attitudes of Santri in Ponpes Miftahussalam Dangko Kec. Megang Sakti Kab. Musi Rawas, and the factors that influence it. Descriptive qualitative research method, the data source is the head of the Islamic boarding school, Asatidz asatidzat and the students of the Miftahussalam Dangko Islamic boarding school. Data collection techniques are through observation, interviews and documentation, while data analysis techniques use data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research have been carried out well, and have been felt by the students, such as feeling calm, serene, not stressed, patient, optimistic, and feeling close to Allah, and feeling at home in the Islamic boarding school. In addition, based on data analysis, several activities were found to support the actualization of dhikr in the lodge, namely the implementation of the dzikir method carried out collectively (in congregation) so that the students were motivated and enthusiastic in participating in it. In the preliminary stage, the ustadz supervisor really pays attention to the dhikr of the students so that it is very conducive. For a quiet and comfortable dhikr. Before the implementation of the fardlu prayer in congregation, advice and motivation is often held about the benefits of dhikr for life conveyed by ustadz the leader of the jama'ah to the students so that the students can apply it in their daily lives. Thus the students are free from feeling anxious, anxious, and stressed about the problems they are experiencing. Absrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis secara kritis tentang Pelaksanaan Dzikir Ba’da Sholat Fardhu Dalam Meningkatkan Sikap Keagamaan Santri di Ponpes Miftahussalam Dangko Kec. Megang Sakti Kab. Musi Rawas, serta Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian kualitatif deskriptif, sumber data adalah Pimpinan Pondok Pesantren, Asatidz asatidzat dan santri Pondok Pesantren Miftahussalam Dangko. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara teknik analisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sudah terlaksana dengan baik, dan telah dirasakan oleh santri, seperti perasaan tenang, tenteram, tidak stres, sabar, optimis, dan merasa dekat dengan Allah, serta merasa betah berada di pondok pesantren. Selain itu, berdasarkan analisis data, ditemukan beberapa kegiatan yang sangat menunjang Aktualisasi dzikir di pondok tersebut, yaitu pelaksanaan metode dzikir dilakukan secara kolektif (berjamaah) sehingga santri termotivasi dan antusias dalam mengikutinya. Dalam tahap pendahuluan, ustadz pembimbing benar-benar memperhatikan dzikir para santri sehingga berlangsung sangat kondusif. Untuk pelaksanaan dzikir yang tenang dan nyaman. Sebelum pelaksanaan sholat fardlu berjama’ah sering diadakan nasihat dan motivasi tentang faedah dzikir untuk kehidupan yang disampaikan oleh ustadz pemimpin jama’ah kepada para santri sehingga santri dapat menerapkan dalam keseharian mereka. Dengan demikian santri terbebas dari rasa gelisah, cemas, dan stres terhadap permasalahan yang dialami.
Manajemen Pelayanan Haji dan Umrah di Agen PT. Tauba Zakka Atkia Kabupaten Musi Rawas Dalam Meningkatkan Kepuasan Jamaah Mustofa Mustofa; Depi Putri; Elce Purwandari; Agussalim Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v1i2.456

Abstract

This study aims to determine "Management of Hajj and Umrah Services in Increasing Congregational Satisfaction at Agents of PT. Tauba Zakka Atkia, Musi Rawas Regency” Service is the main key in a Hajj and Umrah travel service bureau. Pilgrims satisfaction is the starting point for measuring the success and success of a travel agency agent to be given a good or bad label. The form of service starts from planning, budgeting, implementation and evaluation. The method used is descriptive qualitative. From the results of the study, there is a management of hajj and umrah services at the agent of PT. Tauba Zakka Atkia from services in promotion, registration, rituals and departures as well as the implementation of Hajj and Umrah in Saudi Arabia. Supporting factors that support the service are work motivation, giving rewards, many taklim assemblies, good signal connections, and good infrastructure. The inhibiting factors are the shortage of staff and human resources, unstable dollar exchange rate and inadequate infrastructure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Manajemen Pelayanan Haji dan Umrah Dalam Meningkatkan Kepuasan Jamaah di Agen PT. Tauba Zakka Atkia Kabupaten Musi Rawas”. Pelayanan merupakan kunci pokok pada sebuah biro jasa travel haji dan umrah. Kepuasan jamaah menjadi titik awal untuk mengukur keberhasilan dan kesuksesan dari sebuah agen biro travel untuk diberikan label baik atau buruk. Bentuk pelayanan dimulai dari planning, budget, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah diskriptif Kualitatif. Dari hasil penelitian terdapat manajemen pelayanan haji dan umrah di Agen PT. Tauba Zakka Atkia dari pelayanan dalam promosi, pendaftaran, manasik dan pemberangkatan serta pelaksanaan haji dan umrah di Arab Saudi. Faktor pendukung yang menunjang pelayanan adalah Motivasi kerja, pemberian Reward, Banyak majelis Taklim, koneksi signal yang baik, dan infrastruktur yang baik. Faktor penghambat adalah kekurangan jumlah dan SDM pegawai, kurs dolar yang tidak stabil dan sarana prasarana yang belum cukup.
AYAT –AYAT TENTANG UJIAN PERSPEKTIF SYEIKH IMAM NAWAWI ( KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-MUNIR ) Agus Mukmin; Agussalim Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.619

Abstract

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah merasakan sesuatu kondisi yang tidak diinginkannya seperti musibah, masalah, rasa khawatir bahkan ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Pada kondisi lain, manusia juga merasakan saat dimana jiwanya tenang, jauh dari masalah dan berlimpah rezeki. Dua keadaan manusia yang berbeda ini adalah sunnatullah. Itu artinya semua itu merupakan bagian dari pada ujian yang Allah swt berikan kepada umatNya untuk melihat siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mencari makna ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia, sekaligus untuk mengetahui apa dan bagaimana ujian itu berlangsung dan bentuk-bentuk ujian dalam pandangan Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani melalui karya monumentalnya yaitu Mirahu Labid li Kasyfi Ma’na Qur’an Majid atau yang lebih popular dengan nama tafsir Al-Munir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tematik (Maudu’i) yang mana mengarah kepada satu tema yaitu ujian dengan sumber data primer Tafsir Marah Labid atau Tafsir Al-Munir karya Imam Nawawi Al-Bantani dan data sekunder dari beberapa buku dan karya ilmiah yang membahas tentang ujian Allah SWT kepada manusia. Hasil penelitian ini berdasarkan dari beberapa term di dalam al-Qur’an yang mempunyai arti yang sama yaitu ujian, yang mana term tersebut seperti buliya, mahana, dan fitnah. Kata Buliya disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 35 kali dan kata Mahana, disebutkan sebanyak 2 kali dan kata Fitnah yang berartikan ujian disebutkan 5 kali. Dari penelitian ini Imam Nawawi menjelaskan berbagai bentuk ujian seperti rasa takut dan khawatir, rasa lapar, kekurangan harta, penyakit hingga kehilangan nyawa. Selain itu juga dijelaskan bahwa ujian tidak hanya bermacam seperti tersebut tadi tapi juga berupa kesenangan duniawi seperti nikmat rezeki yang luas, umur dan lainnya. Adapun tujuan dari ujian tersebut menurut Imam Nawawi Al-Bantani adalah untuk mendorong manusia untuk bertaqwa kepada Allah swt dan mendorong manusia agar selalu membersihkan hati dan menjadikan manusia beriman sehingga diketahui siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur.