SRI HARYANTI
SD Negeri Ngijon 2 Moyudan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN AKTIFITAS BELAJAR DARING DENGAN MEDIA WHATSAPP VIDEO CALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI MASA PANDEMI PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI NGIJON 2 SRI HARYANTI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i3.2503

Abstract

The low thematic learning outcomes during the pandemic for grade 1 students are low, requiring teachers to innovate. One of them is by implementing WhatsApp video call media to improve learning outcomes during the pandemic, the thematic learning process which is carried out actively. Online learning activities from home. requires active student learning during the learning process. Thematic learning is carried out by implementing WhatsApp video call media. Learning improves students' ability to think critically. This can be seen from the level of enthusiastic student participation in learning and responding to online thematic learning. This is evidenced by the increase in classical completeness and average student learning outcomes. Students' classical completion increased by 67%, namely from 83% to 100% actively participating in online learning. ABSTRAKRendahnya hasil belajar Tematik pada masa pandemi di siswa kelas 1 rendah, menuntut guru untuk melakukan inovasi. Salah satunya dengan menerapkan media whatsapp video call untuk meningkatkan hasil belajar di masa pandemi proses pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan berlangsung aktif. Aktifitas pembelajan Daring dari rumah . megharuskan pembelajaran siswa aktif selama proses pembelajaran. Pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan media Whatshapp Video call. Learning meningkatkan kemampuan meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa antusias dalam belajar dan menanggapai pembelajaran Tematik secara Daring. Hal ini dibuktikan dari peningkatan ketuntasan klasikal dan rata-rata hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal siswa, meningkat sebesar 67,%, yaitu dari 83% menjadi 100% aktif mengikuti pembelajaran Daring.