Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Waktu Dan Panjang Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Yulinda Tanari; Zulharmi Zulharmi; Ita Mowidu
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4822

Abstract

Cabai  rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh petani karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga dan industri tetapi juga diekspor ke luar negeri. Sehubungan dengan meningkatnya permintaan terhadap cabai rawit, maka produksi cabai rawit perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil cabai rawit adalah dengan melakukan pemangkasan pucuk. Percobaan dua faktor meliputi waktu pemangkasan pucuk (14, 21 dan 28 hari setelah pindah) dan panjang pemangkasan pucuk (0.5, 1.0 dan 1.5 cm dari pucuk) disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan ulangi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Pemangkasan pada umur 28 hsp membantu tanaman cabai rawit tumbuh dan memiliki rata-rata hasil tertinggi. Panjang pemangkasan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali laju pertumbuhan pada umur 30 hsp. Panjang pemangkasan 1.5 cm menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata tertinggi. Terdapat interaksi  nyata hingga sangat nyata antara waktu pemangkasan pucuk dengan panjang pemangkasan pucuk. Panjang pangkasan 1.5 cm pada umur 28 hsp memberikan hasil tertinggi yaitu 65.92 tangkai buah dengan berat 169.77 gram/pohon.
STUDY OF SOIL CHEMICAL PROPERTIES OF MANGOSTEEN PLANTATION IN KAMBA VILLAGE, PAMONA TIMUR DISTRICT, POSO REGENCY Yulinda Tanari; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 22 No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.719

Abstract

Growth, production and fruit quality of mangosteen are determined by the nutrient content of the soil in their plantations. Analysis of soil chemical properties, such as pH and organic matter content, as well as other nutrients content in mangosteen plantations is very important to determine the level of soil fertility. The soil analysis result should be the base to calculate fertilizer recommendations to improve soil fertility and increase mangosteen yields. This research was conducted in Kamba village, Pamona Timur district, Poso regency, from Sept  2024 to March 2025. The objective of this study was to identify the chemical properties of soil in mangosteen plantations in Kamba Village and to obtain recommendations for fertilization to increase the quantity and quality of mangosteen fruit in the future. This study used a qualitative descriptive method with a land survey and supported by laboratory analysis. Soil samples were taken from 10 mangosteen trees located in the north, east, west, south and center. The soil was taken from four different points under each tree and then combined. After that, the samples were prepared and then analyzed in the laboratory. Based on the results of soil analysis, the content of macronutrients and CEC in mangosteen plantations in Kamba Village were categorized as very low - medium category, so additional nutrients are needed to increase plant production. The recommended fertilizer dose for P is 500-1200 g/plant, for K is 621 - 921 g/plant and for Ca is 988 g/plant Â