I Ketut Pasek Gunawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONTRUKSI PEMENTASAN TARI SAKRAL TABOR PADA PIODALAN Di PURA KAHYANGAN DESA ADAT PATEMON (Kajian Nilai Agama Hindu) I Gusti Ayu Desy Wahyuni; I Ketut Pasek Gunawan
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 2 (2023): FILSAFAT KETUHANAN
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i2.3721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan rekontruksi terhadap tari sakral yang belum secara utuh diketahui sejarah, bentuk tariannya dan landasan konsep tarian sakral juga nilai pendidikan agama Hindunya. Teori yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah teori fungsional struktural untuk mengkaji bentuk tari Tabor dan mengunakan teori nilai untuk membantu menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam pementasan tari Tabor tersebut. Sedangkan metode dalam penelitian ini yaitu penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengunakan teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara dan studi dokumen dengan teknik analisis data reduksi data.Bentuk pementasan tari Tabor di desa Patemon kecamatan Seririt secara umum terlihat seperti tari Pendet baik dari bentuk tariannya, pakaiannya, gambelannya dan juga gerakan-geraknnya hanya saja tari Tabor tidak menggunakan sarana bokor atau bunga dalam menari. Penari Tabor terdiri dari dua kelompok yaitu panari Tabor perempuan dan penari Tabor laki-laki. Pementasan tari Tabor memiliki perbedaan dari waktu pementasan yaitu dipentaskan diakhir segala rangkaian upacara piodalan setelah persembahyangan atau setelah pementasan tari topeng sidakarya. Penari minimal 5 dan maksimalnya tidak dibatasi sesuai dengan luas wilayah tempat pementasan. Pementasan dilaksanakan di jeroan hanya dipentaskan saat piodalan di pura kanyangan desa di patemon. Terdapat 21 istilah gerakan yang ada alam tarian tari Tabor tersebut kemudian terdapat 43 rangkaian gerakan dalam satu kali tarian Tabor perempuan dilaksanakan. Nilai ajaran agama Hindu terdiri dari (a) Nilai Pendidkan tattwa/filsafat Tri Krangka Dasar Agama Hindu, Tri Hita Karana dan Catur Purusha Arta. (b) Nilai Pembelajaran sikap bhakti kepada Tuhan, para dewa dan sesama manusia sangat penting untuk mewujudkan keharmonisan dan kedamaian. (c) Nilai pendidkan sosial budaya berdampak pada kehidupan bersosial saling menjaga budaya leluhur asli di desa Patemon. (d) Nilai sosial dengan menari bersama-sama mendidik kehidupan sosial dan kepekaan sosial setiap orang. (e) Nila estetika yaitu seni dan budaya Bali yang diberjiwakan agama Hindu. (f) Nilai kesakralan tari mendidik umat Hindu untuk selalu menghormati kesucian dan kesakralan pada sebuah budaya dan tradisi leluhur. Kata Kunci: Rekontruksi, Pementasan,  Tari Sakral Tabor dan Nila Agama Hindu
IMPLEMENTASI NILAI AJARAN TAT TWAM ASI DALAM MEMBENTUK KARAKTER MULIA SISWA DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA Komang Dedi Juniarta; I Gede Agung Jaya Suryawan; I Ketut Pasek Gunawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58227

Abstract

Cultivating noble character in students has emerged as a critical concern in the modern educational landscape, particularly as technological progress and complex social dynamics increasingly pose moral challenges to the younger generation. Within the Hindu philosophical tradition, the teaching of Tat Twam Asi which conveys the meaning that every human being shares a fundamental spiritual unity holds significant relevance for character-based education. This teaching encourages individuals to regard others as reflections of themselves, thereby nurturing values of empathy, mutual respect, and social responsibility. This study aims to examine the challenges encountered, the strategies employed, and the educational outcomes resulting from the application of Tat Twam Asi teachings in forming noble character among students at SMP Negeri 1 Singaraja. A qualitative research methodology with a phenomenological approach was adopted to explore the lived experiences of participants. Data were gathered from the school principal, Hindu Religious Education teachers, guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and students through structured observation, in-depth interviews, and documentary review. The data were subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model encompassing data condensation, data presentation, and conclusion verification. Findings indicate that the implementation process still confronts internal barriers, including students' adolescent egocentrism and insufficient internalization of empathy, honesty, and responsibility. External barriers arise from unsupportive family environments, negative peer influences, and the pervasive impact of social media. Implementation strategies involve integrating Tat Twam Asi values through Hindu Religious Education lessons, exemplary conduct by educators, consistent positive behavioral habituation, religious activities, and socially constructive school interactions. The resulting implications include observable improvements in students' peaceful, communicative, honest, and responsible character traits. This study affirms that Tat Twam Asi teachings serve as a meaningful foundation for strengthening character education within the school community.