Faishal Muqtadir Tamim
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Politik Partai Gerindra dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Muda melalui Media Sosial Twitter pada Pemilu Tahun 2024 Faishal Muqtadir Tamim
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.3028

Abstract

Pada praktinya setiap partai politik memanfaatkan dari berkembang pesatnya teknologi informasi untuk melanacarkan komunikasi politiknya akan tetapi partai politik tersebut dalam memanfaatkan internet melalui media social twitternya kurang efektif artinya tidak komunikatif dengan khalayak poubliknya. penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi politik partai gerindra yang telah dilakukannya untuk meningkatkan partisipasi politik melalui media social twitternya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini mengguanakan metode dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan, menggambarkan dan memahami fenomena sosial dari sudut pandang atau perspektif subyek/partisipan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan model analisis data sesuai dengan design penelitian studi kasus. Dalam merumuskan strategi tersebut terdapat 3 (tiga) bentuk analisis yang dapat dipergunakan, Hasil dari penelitian ini menunjukkan partai gerindra melakukan strategi dengan menjadikan pemilih muda sebagai target elektoralnya, karena partai gerindra sangat merangkul anak muda dan melibatkan secara langsung kegiatan kegiatan diskusi seccara langsung maupun secara daring. Partai gerindra juga secara aktif di media social twitternya berinteraksi dengan khalayak publiknya yaitu anak muda, dan dalam berinteraksinya partai gerindra menggunakan Bahasa yang santai yg milenial banget lah sehingga anak muda merasa tidak mempunyai gep dengan partai gerindra selaku partai politik.