Rizky Hariyadi
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Program Studi melalui Laboratorium Kewirausahaan Terpadu Yenti Sumarni; Aan Shar; Rizky Hariyadi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i11.3257

Abstract

Dunia kewirausahaan dewasa ini menjadi pusat perhatian dari berbagai sektor. Berdasarkan, data BPS bahwa sampai pada tahun 2019 mencapai 3,3% atau setara dengan 8,2 juta orang. Artinya, berdasarkan target 3,95% pada 2024 maka akan dibutuhkan 1,5 juta penduduk untuk tetap berbisnis hingga 2024. Pertumbuhan 1,5 juta wirausahawan baru diperkirakan akan meningkat dari tahun 2022-2024, dengan target rata-rata 500.000 wirausaha per tahun. Sehingga, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan peran lembaga pendidikan (khususnya perguruan tinggi) dalam mengembangkan kewirausahaan. Salah satunya adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Negeri Islam Fatmawati Sukarno Bengkulu untuk berkontribusi dalam melakukan pengembangan laboratorium kewirausahaan terpadu. Namun, fenomena yang terjadi dalam konteks Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Negeri Islam Fatmawati Sukarno Bengkulu, pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan belum optimal karena permasalahan seperti fasilitas yang tidak memadai dan terbatasnya program kewirausahaan. Oleh karena itu, ada upaya untuk mengembangkan Laboratorium Kewirausahaan yang ada menjadi terpadu guna meningkatkan pengalaman dan semangat kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini merupakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE dan yang terlaksana baru pada tahap 1 (Analisis dan Desain Produk) sedangkan tahap 2 (Development dan implementation) dan tahap 3 (Evaluation) belum dapat dilaksanakan secara bersamaan dikarenakan terdapat faktor-faktor yang menghambatnya.
Implementsi Pendampingan Edukasi Desain Kemasan dalam Meningkat Daya Saing Produk Kue Tat Nenek Talo Kota Bengkulu Buatkan Abstrak dan Kata Kunci Oga Haryo; Jelika Hendika Gultom; Randa Junio Pratama Putra; Shela Desriana Putri; Kepin Oktrada; Meiza Septia; Shella Meylinda; Rizky Hariyadi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3555

Abstract

Kue Tat merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kota Bengkulu yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang cukup besar. Akan tetapi, produk Kue Tat Nenek Talo masih mengalami kendala dalam meningkatkan daya saing, khususnya pada aspek kemasan yang dinilai kurang menarik, minim informasi, serta belum sesuai dengan kebutuhan pemasaran masa kini. Kegiatan pendampingan edukasi desain kemasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya kemasan sebagai sarana promosi dan identitas produk guna meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun regional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi, wawancara, sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan secara langsung dalam proses pembuatan desain kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam menentukan desain, pemilihan warna, pembuatan logo, serta penyajian informasi produk yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, desain kemasan yang baru mampu memberikan nilai tambah pada produk, meningkatkan ketertarikan konsumen untuk membeli, serta memperkuat citra Kue Tat Nenek Talo sebagai salah satu oleh-oleh khas Bengkulu. Oleh karena itu, pendampingan edukasi desain kemasan dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM berbasis makanan tradisional.
Pengaruh Pelatihan Promosi Digital Terhadap Peningkatan Penjualan UMKM Kue Tat Jelika Hendika Gultom; Oga Haryo; Kepin Okstrada; Shela Desriana Putri; Meiza Septia; Shella Meylinda; Randa Junio Pratama Putra; Rizky Hariyadi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan promosi digital terhadap peningkatan penjualan UMKM Kue Tat. Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen di era modern menuntut pelaku UMKM untuk mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang efektif. Namun, masih banyak pelaku UMKM Kue Tat yang mengalami keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan promosi digital sehingga berdampak pada rendahnya daya saing dan jangkauan pasar produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM Kue Tat yang mengikuti program pelatihan promosi digital. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan promosi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial, marketplace, serta pembuatan konten digital sebagai sarana promosi produk. Selain itu, penerapan promosi digital mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mendorong peningkatan penjualan produk Kue Tat. Dengan demikian, pelatihan promosi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlangsungan UMKM Kue Tat di era transformasi digital.
Pengolahan Ampas Tahu menjadi Tepung Melalui Kegiatan KKN di Kandang Mas RT 14 RW 05 Kota Bengkulu Monica Try Widiasary; Ella Ernanda; Selvi Sopiawati; Septa Ade Putra; Rizky Hariyadi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3469

Abstract

Pengolahan limbah ampas tahu menjadi tepung merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah pangan yang bernilai tambah dan ramah lingkungan. Ampas tahu yang selama ini kurang dimanfaatkan masih mengandung nutrisi seperti protein dan serat sehingga berpotensi untuk diolah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan ampas tahu menjadi tepung serta menilai hasil yang diperoleh dari segi kualitas dan manfaatnya. Ruang lingkup kajian meliputi tahapan pengolahan mulai dari penirisan, pengukusan, pengeringan, penggilingan, hingga pengayakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan praktik langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan ampas tahu menjadi tepung dapat dilakukan dengan relatif mudah dan menghasilkan tepung dengan tekstur halus serta memiliki daya simpan yang lebih lama. Tepung yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam berbagai produk makanan seperti kue dan biskuit. Dengan demikian, pengolahan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Pemanfaatan Ampas Tahu Melalui Proses Fermentasi Menjadi Tempe Gembus dalam Kegiatan KKN di Kandang Mas RT 14 RW 05 Kota Bengkulu Nesha Tiara Amelia; Rahma Salita; Yensi Ermita Syaputri; M. Naufal Al Ghani; Rizky Hariyadi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3470

Abstract

Industri pengolahan tahu di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, peningkatan produksi tahu juga diikuti oleh meningkatnya limbah ampas tahu yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Padahal, ampas tahu masih mengandung zat gizi yang dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah melalui proses fermentasi menjadi tempe gembus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses fermentasi ampas tahu menjadi tempe gembus serta mengkaji manfaatnya dari aspek ekonomi dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah praktik langsung melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kandang Mas RT 14 RW 05, Kota Bengkulu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fermentasi ampas tahu dengan bantuan kapang Rhizopus mampu menghasilkan tempe gembus yang memiliki nilai gizi, layak konsumsi, serta berpotensi sebagai produk pangan alternatif. Selain itu, pengolahan ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan ampas tahu menjadi tempe gembus dapat menjadi solusi yang efektif dalam pengelolaan limbah sekaligus pemberdayaan masyarakat.