Perkembangan dunia industri jasa konstruksi di Indonesia, serta sikap kritis dan selektif pelanggan dalam menentukan produk yang diinginkan menuntut perusahaan konstruksi untuk selalu menghasilkan produk-produk yang berkualitas, salah satu langkah yang dilakukan ialah menerapkan Sistem Manajemen Mutu. Sekalipun banyaknya dampak positif dalam penerapan SMM, tidak menutup kemungkinan penerapannya berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan pada proyek yang tiga tahun terakhir (dimulai/berakhir) berlokasi di Kota Medan dengan nilai proyek Rp 10 miliar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan/implementasi SMM jika dilakukan dengan baik, dampak yang terjadi jika tidak diterapkan, serta penerapan SMM terhadap kinerja dan mutu yang dihasilkan. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 4 proyek dengan kualifikasi yang ditetapkan, kemudian diperoleh sebanyak 31 responden. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan SPSS. Berdasarkan analisis data, menggunakan aplikasi Microsoft Excel serta SPSS didapatkan persentase nilai terhadap klausul yang dibuat sebagai pertanyaan kuesioner memperoleh nilai Baik dan Cukup. nilai persentase tersebut berada di atas 70%, seperti Konteks organisasi, kepemimpinan, dan perencanaan (X1) sebesar 74,03%, T Dukungan dan operasional (X2) sebesar 76,61%, Evaluasi kerja (X3) sebesar 79,57%, dan Dukungan (X4) sebesar 76,61%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan SMM dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan dan pencapaian mutu proyek.