Stanny Dhamayanty
Universitas Garut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Pola Perjalanan Wisata Heritage di Kota dan Kabupaten Cirebon Stanny Dhamayanty; Bagus Githa Aditya Muhamad; Nukeu Novia Andriani; Samuel; Firman Wahyu Ilahi
Journal of Event, Travel and Tour Management Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jett.v2i2.942

Abstract

Kota dan Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang khususnya wisata heritage sudah seharusnya Kota dan Kabupaten Cirebon memiliki perencanaan pola perjalanan wisata heritage . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi profil wisatawan, atraksi wisata, fasilitas wisata, serta waktu yang dibutuhkan didalam melakukan sebuah perjalanan wisata di Kota dan Kabupaten Cirebon, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi berupa perencanaan sebuah pola perjalanan wisata heritage, yang dapat berguna bagi Pemerintah daerah serta masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, penyebaran kuesioner, wawancara dan studi kepustakaan, disertai dengan alat pengumpulan data berupa Daftar Periksa (checklist), Kuesioner, dan Pedoman Wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling disertai dengan teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi profil wisatawan yang ada di Cirebon adalah berusia 30-38 tahun, dimana mayoritas diantara mereka berminat untuk berkunjung kembali ke Cirebon dan kebanyakan diantara mereka merupakan wisatawan FIT (free individual traveller) yang mengatur perjalanan mereka sendiri. Untuk kondisi atraksi wisata heritage, Cirebon memiliki beragam atraksi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Sementara itu, untuk kondisi fasilitas sarana dan prasarana wisata, hasil pengamatan menunjukkan bahwa industri pariwisata di Cirebon telah berkembang dengan pesat, sehingga hal ini dapat memudahkan wisatawan Ketika melakukan perjalanan wisata menuju dan selama berada di wilayah ini. Untuk kondisi waktu tempuh yang diperlukan oleh wisatawan selama melakukan perjalanan wisata, dinilai sudah cukup baik, dimana jarak lokasi antar atraksi wisata yang berdekatan menjadi salah satu kuncinya. Tim peneliti membuat rekomendasi sebuah pola perjalanan wisata heritage di Cirebon, yang dapat dijadikan acuan didalam pembuatan paket wisata heritage serta diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah Daerah, pelaku pariwisata beserta seluruh masyararakat Kota dan Kabupaten Cirebon.
Pengaruh Slow Tourism Terhadap Revisit Intention di TWA Gunung Papandayan Rizky Ahmad Nugraha; Rohimat Nurhasan; Stanny Dhamayanty
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i2.6174

Abstract

The purpose of this study is to examine how the implementation of the Slow Tourism concept influences tourists’ revisit intention at Taman Wisata Alam Gunung Papandayan. Amid the growing interest in nature-based tourism and meaningful travel experiences, Slow Tourism has become an important approach as it encourages tourists to enjoy their journeys at a relaxed pace, appreciate the environment, and develop a stronger attachment to the destination. This study employs a quantitative approach by conducting a survey of tourists who have previously visited Gunung Papandayan. The findings demonstrate that Slow Tourism has a positive and significant influence on tourists’ intention to revisit. The stronger the calm and authentic travel experiences, along with tourists’ engagement with nature and local culture, the greater the likelihood of tourists returning to the destination. These findings indicate that the Slow Tourism concept functions not only as a travel approach but also as a destination management strategy in building a positive destination image and enhancing tourist loyalty. It is expected that the results of this study can be practically utilized by nature-based destination managers to develop more sustainable and meaningful tourism experiences, as well as serve as an academic reference for future research.