Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Stikas Santo Yohanes Salib

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Hubungan antara Iman kepada Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah dan Penghayatan Hidup Doa Para Frater CSE Komunitas Studi Landak, Kalimantan – Barat Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Edisi Maret 2021
Publisher : Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52110/jppak.v1i1.6

Abstract

In the formation of priestly candidates, there are 2 (two) important inseparable dimensions, namely, intellectual formation and spiritual direction. In the reality, how can we justify the empirical relationship between the faith of Jesus Christ with the life of prayer of the holy ordination candidate? What is the real contribution to the advancement of the priestly candidates' formation at the high seminary? To solve that problem, we take a quantitative descriptive research with the approach of descriptive analysis. In this way, we investigate the relationship between the variable of the faith of Jesus Christ, Son of God with the life of prayer of CSE Brothers. We have confidence that the relationship between the faith of Jesus Christ and the life of prayer will bring the priestly candidates for the living encounter with God in Christ and it will change their life entirely. For that reason, we formulate a minor hypothesis as follows. The Encounter with the Lord Jesus Christ, Son of God as a Spiritual Foundation for the CSE Brothers at Scholastic Community in Landak, West - Borneo. The result of the research explains that the minor hypotheses can be accepted. We record that there is a significant relationship between the faith of Jesus Christ, Son of God with the life of prayer of CSE Brothers at Scholastic Community in Landak, West - Borneo. There is a positive relationship between the faith of Jesus Christ, Son of God with the life of prayer of CSE Brothers at Scholastic Community in Landak with the percentage scale between 63% and 55%.
Peranan Gerakan Apostolik Dalam Pelayanan Para Imam dan Kaum Awam Beriman & Fransiskus Heryman Surya Gadur, Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Alternatif Wacana Ilmiah Interkultural Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Alternatif Wacana Ilmiah Interkultural
Publisher : STIPAS St. Sirilus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60130/ja.v12i02.130

Abstract

In the life of the Church, especially in the concrete pastoral experience for the people both in the Parishes and religious communities, we found a unique phenomenon, that is the lay Catholic faithful less involved in the office of the Church’s apostolic. The fundamental question is our Church ministry only carried out exclusively by clergy and religious people? How about the role of the lay Catholic people in the mission of the Church? In a way to answer those questions, we try to reflect regarding the faith of the Catholic Church on the office of the Church’s Apostolic in the ministry of the priests and the lay Catholic faithful. For that reason, we investigate the Bible and the Sacred Tradition and especially the work of the Holy Spirit in the Church’s Evangelization. That means we shall investigate the development of faith regarding the Apostolic’s Succession. Obviously, there is a living communion between Local Church and the renewal of the religious life. Simultaneously, there is a warm communion between Universal and Local Church. This theological research reveals that an urgent need to comprehend in a new way the relation between Christology and Pneumatology. The consequences are that we eventually detect the essential relation of the organic unity between hierarchical and charismatic dimension in the Catholic Church. Thus, we shall recognize the important role of the lay people in the life of the Church. In this way, we could understand the obedience to the Holy Spirit and to Church’s hierarchy. Dalam hidup menggereja, terutama dalam pengalaman konkret pastoral bagi umat di Paroki maupun di komunitas religius, kita menjumpai fenomena unik, bahwa umat awam beriman Katolik kurang terlibat dalam karya apostolik Gereja. Pertanyaan mendasarnya ialah apakah pelayanan Gereja hanya ekslusif dilaksanakan oleh kaum klerus dan kaum religius saja? Bagaimana peranan kaum awam beriman Kristiani dalam misi Gereja? Dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut, kami mencoba mengelaborasikan, menafsirkan, dan merefleksikan iman Gereja tentang Karya Apostolik Gereja dalam Pelayanan Imam dan Kaum Awam Beriman Katolik. Karena itu, kami menyelidiki ajaran Kitab Suci dan Tradisi Suci, serta Karya Roh Kudus dalam Evangelisasi Gereja. Itu berarti menelusuri perkembangan ajaran iman tentang panggilan dan pelayanan para rasul. Kemudian, kita temukan adanya penerusan tak terputus Suksesi Apostolik dalam Gereja Perdana. Karya Apostolik itu terus berlangsung sepanjang zaman hingga saat ini. Terbukti dengan ada persekutuan antara Gereja Lokal dengan pembaruan hidup religius. Tanpa melupakan kesatuan utuh antara Gereja Universal dan Gereja Lokal. Penelitian Teologis menunjukkan bahwa perlu memahami secara baru relasi Kristologis dan Pneumatologis. Konsekuensinya, kita menemukan relasi hakiki kesatuan organis antara dimensi Hierarkis dan Karismatis dalam Gereja. Maka, kita patut bersyukur akan adanya peranan kaum awam beriman dalam Hidup Gereja. Di satu sisi, kaum awam menghormati hierarki Gereja. Tetapi, di lain pihak, hierarki Gereja menjadi sahabat dekat kaum awam. Dengan kata lain, betapa pentingnya ketaatan kepada Roh Kudus sebagai primat utama dan ketaatan kepada hierarki Gereja.
THE EXPERIENCE OF EVIL THE EXPERIENCE OF EVIL AND DISORDER ACCORDING SAINT THOMAS AQUINAS (On Evil, q. 1, aa. 1-2) Woda, Angelo Luciani Moa Dosi
IN VERITATE LUX Vol 5 No 2 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i2.5

Abstract

Dalam kenyataan hidup sehari-sehari, kita semua sebagai manusia yang berada di dalam dunia yang fana ini, kita nyaris tidak dapat menghindari apa yang disebut dengan kejahatan. Lantas, pertanyaan mendasar yang dapat kita ajukan ialah apakah itu kejahatan? Mengapa ada kejahatan? Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari kejahatan? Santo Thomas Aquinas, seorang Pujangga Gereja dari Ordo Dominican menyatakan bahwa kejahatan adalah tiadanya atau kekurangan dari kebaikan. Jelas kejahatan bukanlah esensi atau hakekat dari ada. Akan tetapi kejahatan adalah sesuatu yang mengganggu, merugikan, dan menindas kehidupan manusia. Oleh sebab itu hanya melalui peristiwa Inkarnasi, Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Kristus, kejahatan dapat dikalahkan.
Makna Kasih Persaudaraan Kristiani: Refleksi Teologis - Spiritual - Praktis Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v3i1.2766

Abstract

In the midst of fast-paced times and the spread of various views, it feels like people are starting to forget the meaning of Christian brotherhood. It is as if the spirit of loving our fellow brothers and sisters like the Lord Jesus loved us is fading away. Now, modern humans are more likely to be "indifferent" to other people, and feel confident in determining themselves. Is this view true? What are the causes and bad effects of this wrong attitude? Can we overcome this prolonged crisis? What steps should be taken? We learn again to understand and appreciate Christian brotherly love.
Peranan Roh Kudus Dalam Hidup Gereja Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v3i1.2780

Abstract

In this paper, we try to reflect on one of the important aspects of the Church's faith, namely the essential belief in the Trinity: Father, Son, and Holy Spirit. In particular, we will reflect on the universal Church's faith in the Holy Spirit. Although this article is very limited, we would like to make an important contribution to the relationship between the Holy Spirit in the life of the Trinity and the life of the Church. Therefore, the author tries to analyze the works of Joseph Cardinal Ratzinger (Pope Benedict XVI) on the relationship of the Holy Spirit as the Spirit of the Communion of the Father and the Son and the relationship of the Holy Spirit with the Church. In other words, we will find an unbroken continuity, an inseparable, organic dynamic between the Holy Spirit as the Spirit of the Trinity and the role of the Holy Spirit as the Principle of Communion in the Church.
THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS Angelo Luciani Moa Dosi WODA
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v2i1.12

Abstract

Pemahaman ajaran Gereja Universal mengenai keabadian jiwa, api penyucian, surga, dan neraka bukan hanya berkaitan tentang hal-hal yang terjadi pada akhir jaman. Bukan pula upaya mengelaborasi cabang teologi sistematika terakhir yang disebut eskatologi. Melainkan, upaya memahami ajaran iman Kristiani sejak permulaannya hingga keselamatan yang definitif pada hidup yang akan datang. Itu berarti melihat kesatuan teologi dalam misteri keselamatan Allah melalui peristiwa Yesus Kristus dan kuasa Roh Kudus yang hadir dalam Gereja kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya, ajaran iman Gereja universal mengenai misteri hidup yang kekal bukanlah suatu utopia, khayalan, atau impian belaka, melainkan suatu realitas hidup yang bersumber dari misteri Allah Tritunggal, Yesus Kristus, dan Gereja universal.
THE LITURGY ACCORDING TO THE DIDACHE Angelo Luciani Moa Dosi WODA
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v2i1.13

Abstract

Tidak dapat disangkal bahwa Didache yang dikenal sebagai “ajaran Tuhan kita Yesus Kristus melalui tradisi para rasul” menunjukkan kesaksian otentik Gereja universal sejak pertengahan abad pertama hingga saat ini. Kendati, dijumpai pelbagai macam pertanyaan berkaitan dengan ajaran iman dan moral Kristiani, sesungguhnya Didache menunjukkan intisari iman Kristiani yang bersumber dari misteri Yesus Kristus dan Tradisi Apostolik. Itulah sebabnya, betapa pentingnya memahami perkembangan ajaran iman Kristiani dalam Tradisi Gereja perdana hingga saat ini. Refleksi iman Kristiani menunjukkan bahwa tak ada berubah dalam iman Kristiani, hanya cara kita mengungkapkannya yang berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Penghayatan liturgi Gereja, terutama Sakramen Inisiasi sejak era Didache hingga saat ini tetap, konsisten, dan dinamis, namun Tradisi mencatat adanya perkembangan yang signifikan dan kekayaan ritus liturgi Gereja sepanjang zaman.
PEMURNIAN INGATAN MELALUI PENGHARAPAN: Tinjauan Teologis atas Karya Santo Yohanes Salib, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15 Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v6i1.31

Abstract

Dalam karya terkenalnya, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15, Santo Yohanes Salib mengajarkan kepada segenap umat beriman bagaimana cara memurnikan ingatan melalui Pengharapan. Itu berarti suatu pemurnian terhadap ingatan melalui kebajikan teologal pengharapan. Dalam ingatan sendiri terdiri atas tiga macam objek pengetahuan, yaitu kodrati, imajinatif, dan spiritual. Karena itu hidup dalam pengharapan berarti kelepasan atas pengenalan kodrati dan pengenalan adikodrati. Dalam pemurnian tersebut, seorang harus mengabaikan segala macam bentuk, gambar, dan fantasi supaya ia semakin bersatu dengan Allah. Pada akhirnya, hidup dalam pengharapan sebagai anak-anak Allah ialah suatu hidup dalam pengenalan rohani yang melampaui segala pengertian.
ROH KUDUS MENURUT JOSEPH KARDINAL RATZINGER Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v4i1.35

Abstract

Patut diakui, pembahasan mengenai ajaran iman Gereja tentang Roh Kudus, masih kurang dalam Gereja Katolik. Karena itu, berdasarkan pembaruan hidup dan karya misi Gereja dalam Konsili Vatikan II, segenap umat beriman Kristiani merefleksikan kembali teologi tentang Roh Kudus. Dalam konteks ini, Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) memberikan kontribusi penting mengenai ajaran iman Gereja universal tentang Roh Kudus. Suatu refleksi pneumatologis yang mengalir dari sumber-sumber iman Gereja sesuai dengan situasi zaman modern ini. Itu berarti karya Roh Kudus dalam sejarah keselamatan yang berpuncak pada misteri Kristus dan Gereja mengungkapkan misteri Allah Tritunggal yang Mahakudus, yaitu Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
APAKAH ALLAH MENINGGALKAN YESUS? REFLEKSI TEOLOGIS ATAS TANGISAN YESUS DI ATAS SALIB Angelo Luciani Moa Dosi Woda
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v4i2.42

Abstract

Misteri salib Kristus yang menebus dan menyelamatkan semua manusia, dunia, dan alam semesta, kerap disalahmengerti oleh sebagian orang pada zaman mutakhir ini. Mereka mengklaim bahwa tangisan kematian Yesus di atas kayu salib dianggap sebagai ungkapan putus asa, kutukan dan penderitaan orang yang berdosa. Selain itu, mereka berpendapat bahwa dalam peristiwa salib, terjadi keterpisahan dalam misteri Allah Tritunggal. Tentu saja, pernyataan tersebut tidak benar. Sesungguhnya, Allah menyatakan cinta dan kerahiman-Nya yang sempurna dalam peristiwa salib bagi pembaruan hidup seluruh makhluk ciptaan-Nya.