Diare adalah suatu keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang mengakibatkan pengeluaran feses yang tidak normal dan tidak seperti biasanya dengan konsistensi lembak atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih) dalam satu hari. Angka Kematian Balita (AKBA) merupakan salah satu indicator yang di nilai paling peka dan telah disepakati secara nasional dengan istilah ukuran derajat kesehatan suatu wilayah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, bersifat deskriftif dengan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian cross sectional peneliti mencari hubungan antara variabel independen (pengetahuan ibu, status gizi, pemberian ASI Ekslusif, pengolahan air minum dan makanan, serta infeksi) terhadap variabel dependen (kejadian diare pada anak usia 1-4 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Batoh Tahun 2022, dengan melakukan pengukuran pada saat tertentu. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 Desember-05 januari 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah 69 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proporsi responden dengan pengetahuan baik mencapai 50,7% sedangkan pengetahuan kurang baik sebesar 49,3%, proporsi responden dengan status gizi normal hanya 42,0% sedangkan status gizi tidak normal sebesar 58,0%, proporsi responden yang mendapatkan ASI-Ekalusif sebesar 58,0% dan tidak mendapatkan ASI-Ekalusif sebesar 42,0%, proporsi responden yang ada melakukan pengolahan makanan dan minuman 69,9%, tidak melakukan pengolahan 30,4%. Uji statistik menunjukan ada hubungan antara pengetahuan ibu (p value=0,000), satus gizi (p value= 0,026), pemberian ASI-Ekslusif (p value 0,013), pengolahan makanan dan minuman (p value= 0,000). Sehingga terhadap hubungan antara pengetahuan ibu, status gizi,pemberian asi ekslusif dan pengolahan makanan dan minuman dengan kejadian diare di wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2023.