Dewi Agustina
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat ,Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI EVALUASI PENGENDALIAN PROGRAM DBD DI PUSKESMAS : A SISTEMATIC RIVIEW Dewi Agustina; Fahra Dilla Sandy Sipayung; Dini Aprilliani Situmorang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14828

Abstract

Penyakit yang dikenal dengan demam berdarah dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Semua pemangku kepentingan harus mencermati penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menimbulkan bahaya bagi masyarakat luas dan berpotensi menimbulkan Kejadian Umum Luar Biasa (KLB). Di daerah dengan bahaya lokal yang dipengaruhi oleh suhu, curah hujan tinggi, dan migrasi penduduk, demam berdarah seringkali berkembang cukup cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan tajam dalam tingkat kejadian demam berdarah dengue di seluruh dunia. Demam berdarah mempengaruhi hingga 390 juta orang setiap tahun di seluruh dunia. Metode PRISMA (Preffered Reporting Items For Systematic Review and Meta Analysis) yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti langkah dan prosedur yang tepat, digunakan dalam penelitian ini untuk mensintesis hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari paparan tersebut dapat kita lihat bahwa pengendalian program DBD sangat dibutuhkan mengingat DBD merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat berkembang dengan sangat cepat, selain itu juga dibutuhkan kerjasama antara petugas program kesehatan dengan masyarakat dalam mengendalikan vektor di DBD di wilayah masing-masing agar sarang penyakit dari DBD tidak akan timbul kembali. Dari tinjauan literatur Implementasi Evaluasi Pengendalian Program DBD Di Puskesmas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian program DBD harus dilaksanakan dengan baik demi mencegah dan meminimalisir terjadinya kasus baru DBD, untuk itu diminta kepada pemerintah setempat dan puskesmas yang ada agar memberikan informasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar mereka dapat ikut berperan aktif dalam melaksanakan program pengendalian tersebut.