Sumber daya manusia merupakan aset penting dalam sebuah organisasi. Organisasi dikatakan berhasil jika sumber daya manusia dapat memberikan tenaga, keterampilan, usaha, dan kreativitasnya secara maksimal. Puskesmas sebagai organisasi publik yang bergerak dalam bidang kesehatan dituntut untuk mampu melakukan peningkatan terhadap kinerja pegawainya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah budaya organisasi. Aspek penting dalam budaya organisasi, yaitu inovasi dan pengambilan risiko, perhatian ke arah yang lebih rinci, orientasi pada hasil, orientasi pada orang, orientasi pada tim, keagresifan dan stabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan budaya organisasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan studi literatur, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dari aspek budaya organisasi, hanya budaya stabilitas yang tidak berjalan dengan baik. Budaya ini menilai kualitas suatu organisasi dari keterampilan pegawainya. Namun, saat ini jumlah pegawai di Puskesmas Tanjung Langkat masih belum mencukupi, sehingga beberapa bidang ditempatkan oleh pegawai yang tidak sesuai dengan keahlian mereka. Kurangnya sumber daya manusia di Puskesmas Tanjung Langkat menunjukkan budaya stabilitas belum sempurna diterapkan. Maka, diharapkan pihak Puskesmas untuk dapat mengajukan penambahan sumber daya manusia ke pihak terkait agar penempatan di bidang-bidang tersebut dapat disesuaikan dengan keahlian pegawai.