Kematian terbesar di dunia akibat dari penyakit hipertensi, kasus hipertensi bertambah seiring dengan bertambah usia. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan menggunakan terapi non farmakologis seperti terapi relaksasi otot progresif dan senam hipertensi yang sudah terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistole maupun diastole. Riset ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara terapi relaksasi otot progresif dan senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi di Desa Margorejo Gilingan Banjarsari Surakarta. Jenis penelitian ini menggunakan design quasy eksperiment engan rancangan pretest-posttest without control group design. Jumlah populasi pada riset ini ialah 104 dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 60 responden yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu 30 responden kelompok intervensi terapi relaksasi otot progresif dan 30 responden kelompok intervensi senam hipertensi. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Hasil uji wilcoxon kelompok intervensi terapi relaksasi otot progresif dan kelompok intervensi senam hipertensi menunjukkan hasil penurunan tekanan darah sistole dan diastole dengan nilai Sig. (2-tailed) pada kedua kelompok yaitu 0,000 dimana p value < 0,05 dapat diartikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Terdapat perbedaan signifikan antara terapi relaksasi otot progresif dan senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi sebagai pendamping obat antihipertesi. Saran bagi Posyandu diharapkan bisa menambah media seperti media audio visual dalam pemberian informasi.