Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PONDOK PESANTREN AL MUTTAQIN DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI DI ERA INDUSTRI 4.0 Mat Syaifi
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 4 No. 1 (2023): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v4i1.379

Abstract

Role means something that is played or carried out. A role is defined as an activity that is played or performed by someone who has a position or social status in the organization. Morals mean attitudes, customs, habits or systems of behavior, habits that are common in a person's personality without any coercion that occurs because of themselves. The industrial era 4.0 is an effort to transform towards improvement by integrating the online world and production lines in industry, where all production processes run with the internet as the main support. This research focuses on: the role of Islamic boarding schools in the formation of santri morals, inhibiting and supporting factors in the formation of santri morals in the industrial era 4.0? With the aim: To find out the role of the Islamic boarding school, Al Muttaqin Bugul Lor Islamic Boarding School, Pasuruan City in the formation of santri morals. To find out the inhibiting and supporting factors for santri morals at the Al Muttaqin Bugul Lor Islamic Boarding School, Pasuruan City in the industrial era 4.0. In this research, researchers use a qualitative approach. Qualitative research is research that aims to describe phenomena or events that are considered unique, actual and relevant to certain scientific disciplines. In this research, theory is only used as an analytical tool in explaining this phenomenon. Meanwhile, the type of research used in this research is descriptive. This research is divided into three stages, namely: data collection, identifying data, final stage of research.
IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN TERPADU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SANTRI DI PONDOK PESANREN DARUL ULUM KARANGPANDAN MAT SYAIFI
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 1 (2024): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i1.441

Abstract

Kualitas santri merupakan cirri khas utama dari seseorang baik itu perorangan maupun kelompok. Untuk memperkuat kualitas seorang santri sangat diperlukan yang namanya sistem Pendidikan Pondok PesantrenTerpadu. Sistem Pendidikan Pondok PesantrenTerpadu tergolong kepada tipe Pondok Pesantren demokratis dimana system Pondok Pesantren selalu megadakan musyawarah kepada seluruh dewan guru, dan staf, dalam menetapakan setiap keputusan yang akan diambil. Pondok PesantrenTerpadu tergolong kepada tipe Pondok Pesantren demokratis dimana system Pondok Pesantren selalu megadakan musyawarah kepada seluruh dewan guru, dan staf. Dalam menetapkan setiap keputusan yang akan diambil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian yang menggambarkan isi data, kutipan-kutipan data dan member gambaran penyajian laporan melalui observasi langsung, wawancara serta studi dokumenter. Implementasi sistem Pendidikan Pondok Pesantren terpadu di Darul Ulum dalam upaya meningkatkan kualitas santri adalah Sistem pendidikan Pondok Pesantren Terpadu tipe Pondok Pesantren demokratis dimana system Pondok Pesantren selalu mengadakan musyawarah kepada seluruh dewan guru, dan staf dalam menetapkan setiap keputusan yang akandiambil. Sistem Pendidikan terpadu ini dalam menjalankan peran managemennya, dengan tidak memberikan batasan atau perbedaan antara ustadz/ustadzah, staf dan tata usaha. Mereka berbaur menjadi satu kesatuan. Dengan upaya mengaplikasikan program- program yang telah direncanakan dan disusun oleh system pendidikan pesantren terpadu. Juga melakukan evaluasi program mutu pendidikan santri yang dilakukan satu kali dalam seminggu.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERBASIS WAKAF DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: STRATEGI KEMANDIRIAN DAN KEBERLANJUTAN Mat Syaifi; Mat Syaifi
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/tarbawi.v14i1.1193

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembiayaan pendidikan berbasis wakaf sebagai solusi strategis mengurangi ketergantungan lembaga pendidikan Islam terhadap dana pemerintah yang fluktuatif, melalui integrasi wakaf tunai dan wakaf produktif. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain library research, mengkaji literatur dari jurnal terindeks Scopus dan Sinta sepuluh tahun terakhir, peraturan pemerintah, serta laporan lembaga wakaf, dengan validitas data melalui triangulasi sumber. Temuan: Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme nazhir merupakan faktor penentu utama optimalisasi dana wakaf. Wakaf produktif berbasis digital menghasilkan pendapatan berkelanjutan yang mensubsidi biaya pendidikan siswa kurang mampu sesuai prinsip ta'awun, sekaligus memperkuat kemandirian madrasah dan pesantren. Implikasi: Penelitian ini mendorong reformasi tata kelola wakaf yang adaptif di lembaga pendidikan Islam. Orisinalitas: Penelitian ini menawarkan kerangka integratif antara maqashid al-syariah dan manajemen modern sebagai panduan kebijakan pembiayaan pendidikan Islam. Purpose: This study aims to analyze waqf-based education financing management as a strategic solution to reduce Islamic educational institutions' dependence on fluctuating government funds through the integration of cash waqf and productive waqf. Methodology: A descriptive qualitative approach with library research design was employed, analyzing literature from Scopus- and Sinta-indexed journals over the last ten years, government regulations, and waqf institution reports, validated through source triangulation. Findings: Transparency, accountability, and nazhir professionalism are the primary determinants of waqf fund optimization. Digital-based productive waqf generates sustainable income subsidizing education costs for underprivileged students in accordance with ta'awun principles, while strengthening the independence of madrasah and pesantren. Implications: This study encourages adaptive waqf governance reform in Islamic educational institutions. Originality: This study offers an integrative framework combining maqashid al-syariah with modern management as practical guidance for Islamic education financing policy.