Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYALAHGUNA NARKOBA DENGAN METODE WHOQOOl SETELAH MENJALANKAN PROGRAM KONSELING DI KLINIK PRATAMA BNN KOTA CIMAHI. Hana Gumiyarna
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : LPPM Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : In an effort to carry out a rehabilitation program, one of which is an assessment of the quality of life of a client, this assessment is carried out by assessing using an instrument called WHOQool Breef which was officially issued by WHO. This study aims to determine the description of the quality of life based on the physical, psychological, social relations and environmental domains based on the score using the WHOQool instrument. Method : This type of research is a qualitative descriptive observative design where the number of samples is 20 patients, which is the total population of the study. Data analysis in this study was carried out univariately with the results of data processing in the form of frequency distribution. Result : it is known that there is a change in the quality of life of patients in the physical domain where 20% is categorized as good, and 80% is categorized as sufficient. In the Psychological domain 90% is categorized as sufficient and 10% is still categorized as less. In the social relations domain 80% is still categorized as lacking but 20% is categorized as sufficient, while in the environmental domain 60% is categorized as lacking and 40% is categorized as sufficient.Conclusion : Rehabilitation programs through counseling therapy given to patients can basically provide measurable changes in quality of life based on the WHOQOOL instrument.
GAMBARAN KESIAPAN KLIEN PENYALAHGUNA NARKOBA DALAM MENGHADAPI TERAPI REHABILITASI MELALUI INSTRUMEN URICA DI KLINIK PRATAMA BNN KOTA CIMAHI Hana Gumiyarna
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : LPPM Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu permasalahan terbesar diantara narapidana di Indonensia. Penyalahgunaan narkoba ini merupakan masalah yang kompleks dan memberikan dampak fisik, psikis dan sosial, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu metode yang komprehensif dengan melibatkan berbagai aspek baik medis, sosial dan juga hukum. Dalam upaya menanggulangi penyalahgunaan narkoba maka harus dilakukan sauatu cara pengobatan atau pemulihan terhadap korban penyalahguna agar tidak terus menggunakannya kembali. Salah satunya dengan memberikan upaya terapi rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesiapan klien menyalahguna narkoba dalam menghadapi terapi rehabilitasi melalui instrumen URICA di Klinik Pratama BNN Kota Cimahi. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan rancangan deskriptif observatif dimana jumlah sampel sebanyak 20 orang pasien yang merupakan total populasi penelitian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara univariat dengan hasil olahan data berupa distribusi frekwensi. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 20 sampel yang melakukan tes URICA terdapat 25% masih pada tahap prekomtemplasi, 75% pada tahap kontemplasi, 0% pada tahap aksi, 0% pada tahap pemeliharaan. Jadi, dari keseluruhan data tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar klien yakni sebanyak 75% klien telah sampai pada tahap kontemplasi artinya klien telah mengetahui dan menyadari dampak buruknya dari narkoba dan telah memiliki keinginan untuk melakukan perubahan salah satunya melalui upaya terapi rehabilitasi. Kesiapan klien penyalahguna narkoba dalam menghadapi terapi rehabilitasi melalui instrumen URICA di BNN Kota Cimahi didominasi oleh klien pada tahap kontemplasi dimana klien tersebut telah mengeksplorasi pengetahuannya terkait narkoba dan mengetahui serta menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba itu hanyalah membawa dampak buruk dalam kehidupannya sehingga ia mulai memiliki keinginan untuk merubah kebiasaannya agar tidak lagi mengkonsumsi narkoba.