Aan Kusmana
Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN PREVALENSI KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR: CROSS-SECTIONAL STUDY Aan Kusmana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i1.885

Abstract

Jenis makanan yang berdampak pada pembentukan terjadinya karies gigi adalah jenis makanan yang mengandung kariogenik seperti cokelat, permen, kue dan makanan manis yang membuat anak-anak sangat rentan terhadap karies gigi. Salah satu penyebab adalah tersedianya berbagai jenis jajanan anak-anak di lingkungan sekolah yang pada umumnya bersifat manis, lunak, dan melekat pada gigi sehingga sangat merusak gigi. Apalagi bila kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut kurang maka anak usia sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut terutama karies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan prevalensi karies gigi pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan jumlah 31 responden. Hasil uji korelasi didapatkan nilai p-value: 0,001 pada nilai α = 5% dimana p kurang dari 0,05, maka terlihat ada hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan prevalensi karies gigi pada anak sekolah dasar. Hal ini dapat disimpulkan anak-anak cenderung menggemari jajanan yang dikemas menarik dan rasa yang manis. Kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik mempengaruhi timbulnya karies gigi pada anak dan kelebihan mengonsumsi makanan kariogenik dapat menyebabkan kerusakan gigi.
pH SALIVA DAN KARIES GIGI PADA SANTRI USIA REMAJA: CROSS-SECTIONAL STUDY Aan Kusmana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 3 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i3.886

Abstract

Derajat keasaman pH (potential of Hydrogen) Saliva merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam karies gigi, kelainan periodontal dan penyakit lain di rongga mulut. Kadar derajat keasaman pH normal di dalam mulut berada di angka 6,5 – 7,5 apabila dibawah nilai tersebut maka pH Saliva asam dan apabila diatas nilai tersebut maka pH Saliva basa. Keasaman Saliva meningkat maka akan terjadi proses remineralisasi yang memperoleh mineral kembali dan apabila pH menurun maka terjadilah proses demineralisasi yang menghilangnya mineral dalam enamel gigi disebut karies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pH Saliva dengan karies gigi pada santri usia remaja. Jenis penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan jumlah 50 responden. Hasil uji korelasi didapatkan nilai p-value: 0,000 pada nilai α = 5% dimana p kurang dari 0,05, maka terlihat ada hubungan pH Saliva dengan karies gigi pada santri usia remaja. Hal ini dapat disimpulkan sisa karbohidrat yang tertinggal dalam mulut akan difermentasikan oleh bakteri patogen rongga mulut sehingga dihasilkan asam yang akan menurunkan pH Saliva. Karbohidrat (saat mengemil) akan menyebabkan bakteri bercampur dengan plak ditambah dengan sukrosa menyebabkan bercampurnya Saliva dengan asam mengalami kecepatan demineralisasi yang lebih tinggi akan tetapi penyebab karies pada masa remaja merupakan masa peralihan menuju dewasa yang terjadi banyak perubahan, baik fisik, hormonal maupun psikologis hingga lingkungan sosial.