Asmadi Asmadi
STIKes Kuningan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENANGANAN POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) PADA PENYITAS TERDAMPAK BENCANA LONGSOR DI DESA PINARA KECAMATAN CINIRU KABUPATEN KUNINGAN Asmadi Asmadi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benana yang terjadi menimbulkan kedukaan mendalam bagi masyarakatterdampak, seperti halnya yang dialami oleh warga di desa Pinara KecamatanCiniru Kabupaten Kuningan. Kedukaan yang tidak teratasi dengan baik dapatmenyebabkan masalah yang lebih kompleks. Atas dasar itu, maka penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi upaya penangnan Post Trauma Stress Disorder(PTSD) pada penyitas terdampak bencana longsor di Desa Pinara KecamatanCiniru Kabupaten Kuningan.Jenis penelitian ini yang di gunakan adalah deskriptif explorative. Sampelsebanyak 101 responden secara random sampling. Pengumpulan data menggunakankuesioner. Analisis data menggunakan persentasi.Hasil yang diperoleh dari gambaran upaya penaganan Post Trauma StressDisorder (PTSD) melalui pendekatan keagamaan yang paling banyak dilakukanadalah melaksanakan sholat wajib yaitu sebesar 93,1%; pendekatan seni hiburanyang paling banyak dilakukan penyitas yaitu televise atau melihat hiburan dihandphone yaitu sebanyak 80,1%; pendekatan diskusi atau curah pendapat yangpaling banyak dilakukan penyitas yaitu berdiskusi dengan keluarga yakni sebanyak76,2%.Diharapkan penyitas dapat mengembangkan berbagai tindakan penangananPTSD dengan difasilitasi oleh berbagai stakeholder dan professional yang terkait
PERANAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PENGURANGAN RESIKO DAMPAK KESEHATAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KUNINGAN Asmadi Asmadi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data bencana Kabupaten Kuningan data informasi bencana Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12 kejadian, diantaranya 8 tanah longsor, 2 banjir, 1 kebakaran hutan dan lahan, dan 1 putting beliung. Dampak dari bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan 48 orang luka luka dan 7.474 harus terdampak dan mengungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perawat puskesmas dalam pengurangan risiko dampak kesehatan bencana tanah longsor di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kabupaten Kuningan masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana
UPAYA PENANGANAN TRAUMA PASCA BENCANA LONGSOR DI KUNINGAN Asmadi Asmadi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data bencana Kabupaten Kuningan data informasi bencana Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12 kejadian, diantaranya 8 tanah longsor, 2 banjir, 1 kebakaran hutan dan lahan, dan 1 putting beliung. Dampak dari bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan 48 orang luka luka dan 7.474 harus terdampak dan mengungsi. Kurangnya perhatian pada penanganan korban bencana alam, khususnya upaya pemulihan trauma di setiap bencana alam yang terjadi di Indonesia merupakan masalah yang belum ditangani secara serius dan efektif. Padahal trauma dapat menyebabkan masalah besar dalam kehidupan pasca bencana alamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanganan trauma pasca bencana longsor di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penanganan berdasarkan kebutuhan korban dan pemulihan tiga aspek penting dalam korban, yaitu emosional, intelektual, dan spiritual diharapkan mampu memulihkan kondisi korban bencana secara menyeluruh. Upaya penanganan diterapkan secara bertahap: pertama, identifikasi masalah dengan mengumpulkan data-data di lapangan; kedua, spesifikasi masalah berdasarkan data-data yang telah diambil, sehingga terbentuk kelompok-kelompok yang digolongkan berdasarkan tingkat trauma, permasalahan, dan kepribadian korban, dan kategori lain yang dianggap penting; ketiga, pemecahan masalah dengan mencari solusi yang tepat terhadap penanganan masing-masing kelompok. Setelah terbentuk kelompokkelompok dengan metode penanganan masing-masing, maka kegiatan penanganan dapat dimulai. Lamanya waktu pelaksanaan program ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan korban dan mengacu pada evaluasi yang dilakukan. Puskesmas dirancang untuk menjawab permasalahan penanganan trauma pada korban bencana alam terutama untuk anak-anak. Di harapkan Perawat di Puskesmas mampu menyembuhkan luka trauma secara permanen dan memulihkan kondisi, serta meningkatkan kualitas hidup korban bencana alam.
TERAPEUTIK COMUNITY DALAM PENCEGAHAN RELAPS PENYALAHGUNA NARKOBA Asmadi Asmadi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan napza memiliki dampak buruk yaitu penularan penyakit dan ketidak berfungsian sosial akibat kecanduan napza. Rehabilitasi sosial dengan metode therapeutic community dianggap dapat membantu mengatasi kecanduan pada zat adiktif dan mengembalikan peran dan fungsi sosial para penyalahguna napza. Kendala yang sering terjadi adalah banyak penyalahguna napza mengalami relapse pasca rehabilitasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Kuningan dengan pendekatan studi kasus dan disajikan dalam bentuk deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi data sekunder Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pencegahan relapse penyalahguna narkoba dengan metode therapeutic community yang dilakukan oleh Petugas Panti Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan penyajian secara deskriptif analitis, dilakukan dengan wawancara mendalam kepada manajemen panti, Pekerja Sosial, dan klien, serta melakukan observasi dan analisis data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat drop out rehabilitasi sosial penyalahguna narkoba mencapai 32,6%, sedangkan tingkat relapse penyalahguna narkoba diperkirakan mencapai 27% dari klien yang lulus rehabilitasi. Di sisi lain, berbagai penelitian menyebutkan bahwa metode therapeutic community merupakan metode yang relatif lebih efektif dibanding metode rehabilitasi sosial lain dalam mengurangi penyalahgunaan napza dan perilaku anti sosial akibat penyalahgunaan napza. Tantangan dalam metode therapeutic community adalah tingkat drop out yang cukup tinggi. Dibandingkan dengan metode rehabilitasi sosial lain, therapeutic community efektif meningkatkan keberfungsian sosial penyalahguna napza melalui penguatan individu dengan menumbuhkan kepercayaan diri, manajemen emosi dan spiritual. Rehabilitasi sosial melalui therapeutic community dalam panti merupakan upaya pemulihan intrapersonal penyalahguna napza untuk menumbuhkan dan mengembalikan rasa percaya diri, motivasi, keadaan emosi, dan harapan positif agar terbebas dari kecanduan napza