Lina Aris Ficayuma
STKIP Al Hikmah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Decoding Texts untuk Mengembangkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris dan Kemampuan Penerjemahan Siswa Lina Aris Ficayuma
Pamasa : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.pamasa.2023.1.1.8817

Abstract

Program English camp yang berisi pelatihan decoding texts dan memorizing vocabulary ini dilaksanakan secara hybrid learning. Tujuan pengabdian yang dilaksanakan di SMPIT Insan Kamil Sidoarjo ini adalah untuk membekali siswa-dan siswi mampu menerjemahkan teks Bahasa Inggris dengan baik dan benar. Salah satu caranya dengan pelatihan decoding text dan memorizing vocabularies yang dilaksanakan selama satu bulan penuh. Selain itu, kegiatan juga bertujuan membentuk generasi muslim yang berkarakter. Metode yang dilakukan dalam kegiatan English Camp ini yaitu dalam bentuk pengajaran, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pelatihan ini menargetkan level A yaitu basic user dan grade A1 (break-through) berdasarkan CEFR dengan konversi nilai KKM 75, dan 300 kosakata. Pengabdian ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan melibatkan 5 koordinator, 12 walikelas, 7 dosen, 59 siswi dan 60 siswa. Monitoring perkembangan kemampuan menerjemahkan siswa dan siswi dipantau melalui kegiatan harian dan pekanan. Sebagai bentuk evaluasi, akhir pekan dilaksanakan ujian pekanan dan post-test diakhir bulan. Keefektifan kegiatan ini juga dievaluasi oleh siswa dan siswi dengan mengisi angket layanan kepuasan. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa dan siswi mendapatkan NA 9.30, dengan rincian kelas putra NA 92.67 dan kelas putri lebih unggul yaitu NA 96. Hasil nilai decoding telah melampaui KKM dan mencapai target A1 dengan tingkatan tertinggi, advanced basic user. Sedangkan rata-rata penguasaan vocabulary selama 1 bulan yaitu 280 kata, dengan batas bawah 225 kata dan batas tertinggi 338 kata, serta rata-rata pada tingkatan tertinggi yaitu advanced starter. Kemudian berdasarkan hasil angket, 96% siswa dan siswi menjawab puas dengan pelatihan ini.
Shaping Teacher Identity through Microteaching: Experiences of Pre-Service EFL Teachers Januari Rizki Pratama Rusman; Lina Aris Ficayuma; Nailul Author Restu Pamungkas
Educalingua Journal Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/educalinguajournal.v4i1.3659

Abstract

This present study aims to investigate how microteaching experiences construct pre-service EFL teachers' teacher identity particularly in private university contexts. Using a qualitative case study design, the participants of the research were composed of 34 pre-service teachers who took English-Language Education programs and participated in a microteaching course. Data collection included reflective journals, semi-structured interviews, classroom observations and document analysis and thematic analysis was used to analyze the data. Teacher identity was found to be constructed through an ongoing and multi-dimensional process characterized by the emergence of self-consciousness, the negotiation of confidence and anxiety, feedback matters, pedagogical beliefs and teaching practices, social interaction or contextual factors. Microteaching was commonly cited as both a site for practicing teaching skills and a space where identities are forged, contested, reflected upon and reformulated. Indeed, the study depicts reflective practice, collaborative learning and supportive feedback as their emerging themes to facilitate identity development. In contrast, the particular institutional situation and self-reported data limit your study. It is suggested that future research scope should encompass longitudinal and mixed-methods approaches to investigate the development of teacher identity across varying phases of teacher education and settings. This study adds to the growing body of literature surrounding teacher identity by offering a nuanced look at how microteaching plays a role in shaping pre-service EFL teachers’ professional identities.