SORTA LOMBAN TORUAN
POLITEKNIK TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI MEDAN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kosakata dan Lafal Kata Bahasa Indonesia Dalam Tindak Tutur Mahasiswa PTKI Medan SORTA LOMBAN TORUAN
Aptana: Jurnal Ilmu & humaniora Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Aptana-Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah :1) Bagaimanakah wujud kekhasan kosakata dan lafal kata bahasa Indonesia dalam tindak tutur mahasiswa PTKI? dan 2) Bagaimanakah penggunaan kosakata dan lafal kata bahasa Indonesia dalam tindak tutur mahasiswa PTKI?. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskripsikan wujud kekhasan kosakata dan lafal kata bahasa Indonesia dalam tindak tutur mahasiswa PTKI dan 2) Untuk mendeskripsikan penggunaan kosakata dan lafal kata bahasa Indonesia dalam tindak tutur mahasiswa PTKI. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode penelitian kualitatif. Adapun yang dimaksudkan dengan disain penelitian kualitatif adalah setelah data yang diseleksi untuk kemudian dikumpulkan, dianalisis baru kemudian dideskripsikan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang khas oleh mahasiswa berdasarkan pada kebiasaan saja tanpa menghiraukan aturan yang telah ditetapkan. Penggunaan bahasa Indonesia oleh mahasiswa memperlihatkan pelafalan vokal (a) yang lebih konsisten pada kosakata. Vokal (a) kelihatannya tidak terpengaruh oleh penutur pendatang, sedangkan vokal lain memang tidak konsisten karena pengaruh artikulalor, posisi vokal dalam menghasilkannya cenderung menurun. Kemudian, penggunaan konsonan memiliki ketidaktepatan karena keterbatasan konsonan bahasa penutur sehingga kosakata yang berasal dari bahasa asing cenderung disesuaikan dengan konsonan yang ada pada bahasa penutur, misalnya konsonan (f) tidak ditemukan dalam bahasa daerah Batak pada umumnya sehingga konsonan (f) itu diubah menjadi konsonan (p) yang ada dalam bahasa daerah penutur akibatnya, penutur asli juga terpengaruh oleh penutur pendatang.