Mengelola pondok pesantren ramah lingkungan, secara khusus mengawasi lingkungan pesantren seperti mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, di mana santri dilatih dalam pola kebiasaan yang berkaitan dengan konservasi perlindungan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi kepribadian adalah faktor genetik, faktor sosial, faktor orang tua dan faktor lingkungan yang berperan dalam pembentukan kepribadian pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah manajemen eco pesantren berpengaruh terhadap pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Putri Mambaul Hikam Diwek Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian ex post facto. Sampel penelitian ini adalah 45 responden siswa, dengan menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan dalam bentuk 30 item pernyataan. Dan menggunakan teknik analisis data dengan pengujian regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1). Pengelolaan ekologi pesantren menerapkan sejumlah kebijakan yang konsisten dan selaras dengan indikator Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2008, yang telah dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dan pengakuan resmi di tingkat provinsi. 2) Pembentukan kepribadian santri sesuai dengan teori Thomas Lickona dan dari hasil uji T menunjukkan Ho ditolak, Ha diterima. 3) Terdapat pengaruh secara parsial antara pengelolaan kandang ekologi terhadap pembentukan kepribadian santri. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan nilai koefisien T sebesar 2,832 > T tabel 2,01537 dengan signifikansi lebih besar dari 0,05 (sig. T = 0,007 > 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara pengelolaan pondok pesantren terhadap pembentukan kepribadian santri.