Didik Himmawan
Universitas Wiralodra Indramayu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Telemarketing dan Edukasi Kepada Masyarakat Terhadap Tabungan Haji Pascamerger pada Bank Syariah Indonesia KCP Jatibarang Didik Himmawan; Lian Meydina Aulia
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v3i2.47

Abstract

Strategi Telemarketing merupakan salah satu perencanaan terhadap pemasaran yang dilakukan oleh pihak perbankan sebagai salah satu langkah untuk melakukan perbaruan data melalui nomor Telepon. Akusisi Haji adalah proses pembaharuan data nasabah dari pendaftaran haji yang sudah dilakukan oleh nasabah kepada bank Syariah sebelum terjadinya penggabungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memahami strategi telemarketing terhadap akusisi haji pada Bank Syariah Indonesia KCP Jatibarang. Dalam penelitian ini saya menggunakan Metode penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan fakta di lapangan. Hasil penelitian ini yaitu strategi telemarketing yang dilakukan dalam penerapan akusisi haji meliputi pengumpulan data nasabah dari data yang terdahalu, pengelompokan data berdasarkan tempat tinggal, penawaran melalui Telepon untuk memastikan nomor yang terdata masih aktif atau sudah tidak terpakai, dalam proses penawaran nasabah diharapkan ke kantor cabang BSI terdekat untuk pembaruan data pada customer service. Edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan merger BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Mandiri Syariah, dilakukan baik secara individual ketika ada yang bertanya, maupun dengan mengunjungi dan sosialisasi kepada penyelenggara haji, dan masyarakat secara langsung.
Agile Leadership in Islamic Boarding School: An Exploratory Study of Team Iteration and Collaboration Practices in Times of Disruption: Case Study at Al-Amien Prenduan Islamic Boarding School, Sumenep, Madura Ahmad Sukandar; Musleh Wahid; Indra Azwar Mawardi; Didik Himmawan
Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jsmp.v10i1.15349

Abstract

This exploratory qualitative study investigates agile leadership practices in Islamic boarding school leadership, focusing on iteration and team collaboration in an era of disruption. The case study was conducted at Al-Amien Prenduan Madura Islamic Boarding School, selected for its long history and adaptive capacity. Data were collected over six months (January–June 2023), a post-COVID-19 transition phase during which Islamic boarding schools were intensifying digital adaptation and organizational restructuring. Collection methods included triangulation through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving kiai, senior ustadz, administrators, and senior santri. Data analysis followed reduction, presentation, and conclusion-drawing procedures, with validity assessed through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results show that this pesantren applies agile leadership through a collective system, with the Majlis Kiai (Council of Clerics) serving as a participatory strategic decision-making body. Iterative practices are reflected in continuous planning and evaluation cycles, while team collaboration involves a multi-level decision-making structure. The pesantren demonstrates flexibility in integrating digital technology while preserving its traditional identity through gradual adaptation, supported by an adaptive organizational culture, integrated management, and dialogical communication distinguishing it from traditional salaf pesantren. Theoretically, this study integrates agile leadership concepts into traditional pesantren leadership; practically, it offers an adaptive leadership model for Islamic educational institutions facing disruption. The findings affirm that agile leadership emphasizing iteration and team collaboration can be implemented in Islamic boarding schools without eroding spiritual and traditional values. By balancing Islamic identity with digital adaptation through distributed leadership, this approach enhances learning effectiveness, organizational capacity, and responsiveness to external change.