Rian Tasalim
Universitas Sari Mulia (UNISM) Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERAPI MEDITASI DAN YOGA TERHADAP GANGGUAN KECEMASAN PASCA BENCANA BANJIR DI DESA ALAT KECAMATAN HANTAKAN Annida Hasanah; Muji Palhadad; Rian Tasalim
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v3i2.289

Abstract

ABSTRAKKecemasan merupakan respon alami dari individu yaitu berupa rasa takut yang tidak jelas disertaidengan perasaan ketidakamanan, ketidakpastian, isolasi dan ketidakberdayaan akibat bencana yangmengancam jiwa serta pengalaman traumatis yang berlangsung terus- menerus sehingga mengganggukehidupan sehari- hari. Penanganan yang tepat untuk korban bencana yang mengalami kecemasan salahsatunya dengan terapi meditasi dan yoga. Terapi ini coba diterapkan oleh tim pengabdi pada kelompoksasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu kelompok ibu rumah tangga berjumlah 20orang dari RT yang berbeda-beda di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST),Kalimantan Selatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan pendekatancommunity development, bekerjasama dengan anggota masyarakat sekitar. Terdapat 3 tahapan kegiatanPKM yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahan evaluasi. Tahap persiapan dimulai dengankerjasama antara tim pengabdi dengan kelompok masyarakat di Desa Alat Kecamatan Hantakan. TahapPelaksanaan dilakukan pada bulan Maret 2021, dengan melakukan pengukuran tingkat kecemasanmenggunakan kuisioner SRQ-20, dilanjutkan memberikan terapi meditasi dan terapi yoga kepada 20Orang ibu rumah tangga. Tahap evaluasi dilakukan dengan pengukuran tingkat kecemasanmenggunakan kuisioner SRQ-20 setelah beberapa saat dilakukan kegiatan meditasi dan yoga. Hasilkegiatan PKM didapatkan dari 20 orang ibu rumah tangga yang menjadi sasaran PKM, terdapat 17orang yang mengalami gangguan kecemasan. Setelah diberikan tindakan meditasi dan yoga, hanyaterdapat 4 orang yang masih mengalami kecemasan. Sehingga dapat disimpulkan terapi meditasi danyoga efektif untuk diterapkan dalam menurunkan gangguan kecemasan paska bencana banjir padakelompok ibu rumah tangga di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, KalimantanSelatan
PEMBERIAN MANAJEMEN STRES PASKA BANJIR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT PAKU ALAM KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Subhannur Rahman; Mohammad Basit; Rian Tasalim; Rifa’atul Mahmudah
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v3i2.302

Abstract

ABSTRAKBencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang dapat mengakibatkan berbagai macamdampak masalah kesehatan, baik masalah fisik ataupun masalah kejiwaan pada setiap orang.Timbulnya masalah kesehatan jiwa bisa disebabkan karena adanya trauma tersendiri danberkepanjangan dari para penyintas yang pernah berada dikondisi bencana banjir. Berdasarkan hasilsurvey yang dilakukan di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk didapatkan data bahwa sebagian besarmasyarakat disana mengalami stres, kecemasan, depresi bahkan sampai dengan PTSD (Post Trauma StressDisorder). Upaya promosi kesehatan jiwa yang dilakukan pemerintah belum maksimal menjangkaumasyarakat yang ada di Desa Paku Alam Kecematan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Hal ini dibuktikandengan belum adanya kader kesehatan jiwa di Desa Paku Alam. Pelayanan kesehatan jiwa masih berfokuspada upaya kuratif seperti rujukan pasien yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Apabila upaya promotifdan preventif kesehatan jiwa tidak segera dilakukan maka angka masalah kejiwaan dan gangguan jiwa dapatmeningkat di Desa tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara, menjaga danmeningkatkan kesehatan jiwa paska bencana banjir adalah dengan cara mengelola stres atau manajemenstres. Manajemen stres adalah salah satu upaya dimana individu melakukan pengontrolan atau pengaturanstres. Tujuannnya agar masyarakat Desa Paku Alam mengenal penyebab stres dan mengetahui tehniktehnik mengelola stres, sehingga lebih baik dalam menguasai stres dalam kehidupan, dan pada akhirnyakondisi sehat mental dapat dicapai secara optimal. Kata Kunci : Kesehatan Jiwa, Manajemen Stres, Paska Banjir.