Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAMILY FIRST RESPONSE (FFR) :PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 M. Sobirin Mohtar; M. Arief Wijaksono; Akhmad Zarkasi; Indra Budi
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i1.329

Abstract

ABSTRAKSalah satu bencana pandemi yang akhir-akhir ini menjadi berita terhangat dunia adalah NovelCoronavirus Disease (COVID-19). WHO menyebutkan sebanyak 153.252 ribu orang meninggalakibat COVID 19 dengan kasus terinfeksi sebanyak 2.231.990 orang. Indonesia pada 6 Mei2020 pasien positif sebanyak 12.438. Perkembangan COVID 19 di Kalimantan Selatan pasienpositif sebanyak 229. Bencana pandemic ini secara signifikan menurunkan kemampuan keluargadalam melakukan pertolongan, karena pada dasarnya keluarga mempunyai tugas dan fungsiutama dalam memutuskan tindakan yang cepat dan tepat dalam melakukan pertolongan.Pertolongan Pertama Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 melalui media daring merupakan salahsatu metode yang dianggap penting untuk dilakukan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 (tiga)tahapan; meliputi tahap persiapan dilakukan diskusi dengan mitra untuk merumuskanpermasalahan mitra dan solusinya. Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan Edukasi Pertolonganselama pandemi melalui daring yang didampingi oleh fasilitator dan dilaksanakan mulai tanggal14 sampai dengan 31 Agustus 2020. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan dari Sasaran yangdiberikan pelatihan pada kelompok keluarga sebanayak 100%, bahwa telah memahami denganbaik tentang pertolongan pertama selama pandemi beserta intervensi Family First Response(FFR) setalah diberikan pelatihan dan edukasi kesehatan.Kata Kunci : Family First Response, Pandemi, Covid-19, Daring
Peningkatan Pengetahuan Hormonal dan Kesehatan Reproduksi Remaja Perempuan melalui Ruang Diskusi Personal Ika Friscila; Muhammad Rizali; M. Arief Wijaksono
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i1.6576

Abstract

Limited Knowledge Among Adolescent Girls Regarding Hormonal Changes And Reproductive Health, Along With The Strong Influence Of Myths And Social Taboos, Often Leads To Hesitation And Lack Of Openness In Discussing Issues Related To Menstruation And The Fertile Period. This Community Service Activity Aimed To Enhance Adolescent Girls’ Knowledge Of Hormonal Changes And Reproductive Health Through A Personal Discussion Space Approach. The Method Employed Was Participatory Health Education, Beginning With A Brief Educational Session Followed By Small-Group Discussions And Confidential, Non-Judgmental Personal Consultations. The Activity Involved 80 Female Students, Of Whom 47 (58.75%) Utilized The Personal Consultation Sessions. The Results Indicated That Most Questions Raised Were Related To Prevailing Myths And Community Practices Regarding Menstrual Restrictions, Dysmenorrhea, And Misconceptions About The Fertile Period. The Personal Discussion Space Approach Proved Effective In Increasing Adolescents’ Openness, Correcting Misconceptions, And Strengthening Participants’ Understanding Of Hormonal And Reproductive Health. In Conclusion, The Personal Discussion Space Represents An Appropriate And Effective Educational Approach And Is Recommended For Sustainable Implementation To Improve Reproductive Health Awareness Among Adolescent Girls.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Dukungan Keluarga dengan Anggota Keluarga Skizofrenia Nur Melita; Subhannur Rahman; M. Arief Wijaksono
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.187

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang akan menimbul penderitaan bagi individu dan beban bagi keluarga. Pengetahuan keluarga dapat mempengaruhi Dukungan keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia. Keluarga  disarankan  untuk meningkatkan   pengetahuan dengan meminta  informasi tentang  skizofrenia  agar mempercepat    penyembuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan anggota keluarga skizofrenia di polikinik jiwa RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan desain crossectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 75 keluarga pasien yang anggota keluarganya skizofrenia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner dukungan keluarga. Kuesioner pengetahuan nilai relibitas α=0,63 dan kuesioner dukungan keluarga relibitas α=0,64 . Analisis data menggunakan Rank Spearman. (1) Tingkat pengetahuan keluarga pasien dengan anggota keluarga skizofrenia pada tingkatan baik sebesar 21,33%, cukup sebesar 60%, dan kurang sebesar 18,67%.(2) Dukungan keluarga pasien dengan anggota keluarga skizofrenia pada tingkatan baik sebesar 53,33%, cukup sebesar 46,67%. (3) Hasil uji statistik rank  Spearman pada tingkat kepercayaan 95% dengan  = 0,05 diperoleh rho () sebesar 0,547 dan  probabilitas (P) sebesar 0,000, artinya tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki hubungan positif dan signifikan. Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki peran besar untuk pengobatan dan penyembuhan pasien skizofrenia.  
Terapi Aktivitas Kelompok Senam Anti Hipertensi Dan Pijat Punggung Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru M. Arief Wijaksono; Prasetya Putra Pratama; Rahmawati Rahmawati; Rizka Mariyana Destriyani; Siti Muzdalifah; Yesa Septia Trianjani; Ni Made Ayu Komang Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1027

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah melalui terapi nonfarmakologis seperti senam anti hipertensi dan pijat punggung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membantu menurunkan tekanan darah lansia melalui terapi aktivitas kelompok berupa senam anti hipertensi dan pijat punggung. Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan dan demonstrasi praktik terapi kepada lansia di Wisma Melati Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 8 orang lansia yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan, penyuluhan kesehatan, praktik senam anti hipertensi, serta terapi pijat punggung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai terapi nonfarmakologis, dimana sekitar 90–100% lansia mampu menjelaskan kembali manfaat serta langkah-langkah pelaksanaan terapi. Selain itu, sebagian besar lansia melaporkan tubuh terasa lebih rileks, nyaman, serta berkurangnya ketegangan otot setelah mengikuti kegiatan. Terapi senam anti hipertensi dan pijat punggung dapat membantu memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi, serta memberikan efek positif terhadap kondisi fisik dan psikologis lansia. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam membantu pengelolaan hipertensi pada lansia.
Komunikasi Organisasi Berhubungan dengan Kepuasan Kerja Karyawan Fenny Septiana Sindi; Mohammad Basit; Hariadi Widodo; M. Arief Wijaksono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1900

Abstract

Komunikasi organisasi yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja mencerminkan persepsi karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaan, termasuk hubungan interpersonal, pengakuan dari manajemen, serta peluang pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja karyawan di Puskesmas Bukit Rawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 37 karyawan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya (r hitung 0,416–0,865 > r tabel 0,361) dan reliabilitasnya (α = 0,871). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki komunikasi organisasi dalam kategori baik (56,8%) dan tingkat kepuasan kerja dalam kategori puas (67,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja karyawan, dengan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja karyawan di Puskesmas Bukit Rawi.
Hubungan Tingkat Motivasi terhadap Self Esteem pada Pasien Tuberkulosis Lela Salasikin; Angga Irawan; M. Arief Wijaksono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2278

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis penderitanya. Pasien TB yang menjalani pengobatan jangka panjang rentan mengalami penurunan self-esteem akibat stigma, perubahan kondisi fisik, serta tekanan sosial. Motivasi berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Populasi penelitian sebanyak 50 orang. Sampel berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi serta Rosenberg Self-Esteem  Scale (RSES). Hasil pengujian kuesioner motivasi reliabilitas 0,82. Pengujian validitas menunjukkan hasil yang baik 0,77 sampai dengan 0,88.  Instrumen  Rosenberg  Self-Esteem  Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia juga sudah diuji validitas dan realiabilitasnya dengan nilai cronbach  alpha  0,87  dan  nilai  realibilitas  0,89. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi dan self-esteem pada kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis. Peningkatan motivasi berperan penting dalam meningkatkan self-esteem pasien TB.