Nurmala Santi Dera
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Gorontalo, ID Scopus 57194710882

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PACK CARBURIZING ARANG ENCENG GONDOK TERHADAP LAJU KOROSI CAST IRON ALAT TURBOCHARGER Nurmala Santi Dera; Indrawan Laria Indrawan; Novriyanti Talango Novriyanti; Sahional Ishak Sahional
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12668

Abstract

Corrosion resistance is a crucial factor in extending the service life of cast iron turbocharger components, particularly in corrosive environments. One effective approach to enhance corrosion resistance is through the pack carburizing process, which forms a protective carbon layer on the material’s surface. In this study, water hyacinth charcoal was utilized as an alternative carbon source due to its environmentally friendly and economical characteristics. The research aimed to evaluate the effect of varying pack carburizing durations on the corrosion resistance of cast iron turbochargers and to characterize the macrostructural changes on the surface resulting from the treatment. The methodology involved a pack carburizing process with holding times of 2, 4, and 6 hours at a controlled temperature, followed by electrochemical corrosion testing. Macrostructural characterization was also conducted to observe surface morphology changes due to carbon diffusion. The test results showed that the untreated specimen had a corrosion rate of 0.180 mm/y, which decreased to 0.120 mm/y after 2 hours of carburizing. A more significant reduction was observed in the 4-hour specimen, with a corrosion rate of 0.095 mm/y, representing a 47% decrease compared to the untreated sample. However, after 6 hours, the corrosion rate only slightly decreased to 0.090 mm/y, indicating that the carbon layer had reached saturation. Macrostructural observations confirmed the formation of a more homogeneous carbon layer in the 4-hour specimen, while the 6-hour specimen exhibited a thicker layer with diminishing protective effectiveness. This study demonstrates that pack carburizing using water hyacinth charcoal can significantly enhance the corrosion resistance of cast iron turbochargers, with an optimal treatment duration of 4 hours for maximum protection. Keywords: pack carburizing, water hyacinth charcoal, cast iron, corrosion resistance, mechanical properties
VARIASI KEMIRINGAN SUDUT PENGELASAN SMAW TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA SS400 Nurmala Santi Dera; Onesimus Kevin Saputro; Rahmad Hidayat Boli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20 No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.12789

Abstract

Baja SS400 merupakan material yang banyak digunakan di bidang industri, baik manufaktur maupun konstruksi, karena memiliki sifat mekanis yang baik, seperti kekuatan tarik dan keuletan. Kualitas sambungan las baja SS400 dipengaruhi oleh parameter pengelasan, di antaranya adalah variasi sudut kemiringan elektroda. Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan elektroda (30°, 45°, dan 60°) terhadap sifat mekanis, khususnya tegangan tarik maksimum (UTS) dan modulus elastisitas pada baja SS400 yang dilas menggunakan SMAW. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sudut kemiringan elektroda yang memberikan hasil terbaik dalam hal kekuatan tarik dan stabilitas mekanis sambungan las. Dengan mengetahui hubungan antara sudut elektroda dan sifat mekanis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi kegiatan pengelasan baja SS400 untuk dapat diimplementasikan di dunia industri yang terus berkembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian eksperimen di laboratorium. Penelitian ini memvariasikan kemiringan elektroda, yaitu 30°, 45°, dan 60°, menggunakan mesin las SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Selanjutnya, pengujian sifat mekanis dilakukan menggunakan pengujian tarik baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kemiringan elektroda 60° menghasilkan sifat mekanis yang terbaik, dengan nilai tegangan tarik maksimum mencapai 411,9 MPa. Hal ini disebabkan oleh penetrasi yang optimal dan distribusi panas yang merata. Nilai tegangan terendah terdapat pada sudut kemiringan elektroda 30°, dengan nilai tegangan 376,5 MPa, sementara nilai tegangan tarik menengah terdapat pada sudut kemiringan 45°, dengan nilai tegangan 382,90 MPa. Selanjutnya, nilai rata-rata regangan tertinggi terdapat pada sudut kemiringan 30° dan 60°, dengan nilai regangan masing-masing 16,67%. Nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada pengelasan dengan sudut kemiringan 30°, yaitu sebesar 140.053 MPa. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam keilmuan pengelasan, khususnya dalam memahami pengaruh sudut kemiringan elektroda terhadap sifat mekanis baja SS400. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam pengelasan komponen material baja untuk diaplikasikan pada dunia industri. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan peningkatan efisiensi proses pengelasan, tetapi juga dapat memastikan kualitas sambungan las yang lebih baik, handal, serta aman digunakan.